Minimnya Kesadaran, Ratusan Kendaraan Masih Terjaring Operasi Patuh Tinombala

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Operasi Patuh Tinombala 2019, yang digelar belum lama ini selama 14 hari terhitung 29 Agustus sampai 11 September 2019, sebanyak 903 kendaraan terjaring operasi dengan rincian sebanyak 835 motor dan 68 mobil.

Jumlah pelanggar yang tidak menggunakan helm 56, pengemudi dibawah umur 661, tidak menggunakan safety belt 10, serta pelanggaran tanpa memiliki SIM,STNK serta menggunakan knalpot bogor dan komponen lainya sebanyak 176.

Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh, SIK, SH, MH melalui Kasat Lantas AKP Muhammad Fadhlan, SIK, SH Kamis (12/9) mengaku Polri khususnya Satlantas Polres Banggai akan merubah budaya masyarakat dari tidak tertib menjadi lebih tertib.

Kasat Lantas Polres Banggai AKP Muhammad Fadhlan, SIK, SH
[foto : Humas Polres Banggai]

“Jangan tidak ada operasi patuh kemudian tidak tertib, langsung kendor, berusahalah untuk tertib berlalu lintas,” kata Fadlan.

Kita juga meminta peran aktif orang tua memberikan pengertian dan pemahaman anaknya yang memang belum boleh menggunakan sepeda motor.

“Peran orang tua sangat penting melarang anaknya untuk tidak mengendarai kendaraan kalau belum mempunyai SIM. Umur 17 tahun ke atas, yang sudah memiliki SIM dilatih dan di didik untuk tertib berlalu lintas baik itu pengendaranya maupun kendaraan,” pintanya.

Kendaraan terjaring Operasi Patuh Tinombala 2019 [foto : Humas Polres Banggai]

Ia berharap pihak sekolah maupun swasta selalu membudayakan tertib berlalu lintas yang di analogikan seperti budaya membuang sampah pada tempatnya, agar tertib berlalu lintas.

Instruksi Direktur Lalu Lintas, kedepanya kita akan lebih mengintensifkan pendekatan lewat penyuluh binluh, seperti tatap muka dan materi pendidikan mulai usia dini sampai orang dewasa yang sudah ke instansi masyarakat.

Operasi Patuh Tinombala 2019 saat di gelar beberapa waktu lalu
[foto : Humas Polres Banggai]

Langkah kontrol ini, akan kita lakukan dengan melibatkan stakeholder Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai untuk membantu kita.

“Jadi yang kita harapkan itu, bisa zero accident (kecelakaan nihil) jadi meminimalisir kecelakaan sampai tidak ada korban, sampai ke angka nol,” pungkasnya.*

(zl/pr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *