Kapolres Banggai : Bukan Penyerangan, Tapi Pelemparan “Murni Tindakan Kriminal” Tidak Ada Kaitan Politik

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto, SIK, M,Si pada sejumlah pewarta diruang kerjanya Senin kemarin (16/12) menjelaskan perihal pelemparan mobil dinas bernopol DN 366 R milik Pemda Kabupaten Banggai, adalah murni tindakan kriminal.

Pelemparan itu dilakukan sejumlah terduga pelaku, pada Sabtu 14 Desember 2019 sekira pukul 24.00 Wita di Desa Bukit Makarti, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Seperti dilansir CNADaily.com media partner diktenews.com peristiwa pelemparan mobil dinas tersebut, menyusul adanya keresahan warga terkait mobil misterius, yang dimaksud adalah Avanza putih dengan kaca gelap yang sering lalu lalang ditengah perkampungan warga.

Lalu dikatakan, mobil tersebut sesekali berhenti dan kemudian salah satu penumpangnya turun dan mengetuk-ngetuk pintu rumah warga dimalam hari. Namun, ketika penghuni rumah membuka pintu, tamu misterius itu kembali berlari masuk kemobil sembari tertawa cekikikan. Menurut warga, jelas itu suara wanita.

Apesnya, saat para pemuda setempat sudah mulai mawas dan melakukan pengintaian atas aktivitas mobil misterius tersebut, pada Sabtu malam (14/12) sebuah mobil avanza bernopol DN 366 R milik Pemda Banggai terlihat bolak balik di lorong desa.

Tak pelak selusinan pemuda yang curiga langsung mencegatnya, mungkin karena takut sang sopir tidak merespon para pemuda tersebut saat mengetok pintu mobil, dan malah kabur.

Para pelaku pun spontan melemparinya dengan batu karena dikira ada kaitannya dengan mobil misterius tersebut.

Padahal, tanpa diketahui mobil plat merah itu tengah membawa sejumlah ibu-ibu yang tidak lain istri pejabat daerah dengan tujuan kembali ke Luwuk setelah dari Desa Bumi Harapan, tapi kemudian tak hapal jalan lalu tersesat di Desa Bukit Makarti.

Tidak Ada Kaitan Politik

Kapolres mengatakan kasus ini tidak ada kaitanya dengan politik, murni tindakan kriminal. “Kasus ini murni tindakan kriminal, dan bukan penyerangan, melainkan pelemparan,” tegasnya.

Di jelaskan kronologis kejadian kala itu, di mana mobil ditumpangi lima perempuan itu, ketinggalan dengan rombongan Bupati Banggai saat menuju Luwuk.

Hinggah akhirnya mobil tersesat karena tak hapal jalan, di pemukiman Desa Bukit Makarti. Warga yang curiga keberadaan mobil mondar – mandir tak jelas, kemudian mendekatinya, sembari mengetok pintu mobil.

Mungkin karena khawatir, kaca jendela tidak dibuka, mobi lalu tancap gas, dan terjadilah pelemparan menggunakan batu mengenai badan mobil. “Pecah kaca mobil bagian belakang serta bagian kiri,” jelasnya.

Mendapat laporan atas peristiwa itu, bhabinkamtibmas Aipda Kadek Sukranaya, Bripka Putu Edi dan Bripka Wayan Sanjaya mendatangi TKP dan melihat mobil pecah kaca bagian belakang dan samping kiri.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan mengamankan 12 orang terduga pelemparan, ke kantor Subsektor Toili Barat. Dari hasil interogasi tiga orang berinisial PN, SO, dan MI warga Desa Bukit Makarti mengakui perbuatanya, melakukan pelemparan mobil dinas milik Pemda Kabupaten Banggai yang saat ini terus dilakukan pemeriksaan Satreskrim Polsek Toili bersama sejumlah saksi guna proses lanjut.

“Dari 12 terduga pelaku, mengerucut tiga tersangka yang sudah diamankan di Mapolsek Toili guna proses lanjut bersama barang bukti, dua buah batu dan mobil avanza,”tandasnya *

(zoel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *