Haris Pertama : Bupati Sebagai Ayah Dalam Kubu KNPI Harusnya Bersikap Netral

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Kekecewaan ketua DPP KNPI Pusat Haris Pertama terhadap Bupati Banggai disampaikan pada sejumlah wartawan usai prosesi pelantikan DPD KNPI Banggai pada Sabtu malam 15 Februari 2020 di Hotel Estrella, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Haris Pertama mengaku dirinya telah menghubungi Bupati Banggai via Whatsaap terkait keberadaanya di Luwuk saat itu, untuk bisa ketemu. Namun sayang tidak ada jawaban dari Bupati dan hari ini saya turunkan nego saya dan turunkan bagaimana derajat saya. “Hari ini saya turunkan nego saya, walaupun dia Bupati saya ketua DPP KNPI Pusat,” ujarnya.

Disetiap daerah kata dia, baru kali ini KNPI Banggai, bupatinya tidak mensuport pelantikan DPD KNPI di daerahnya. “Nih baru kali ini harusnya dia (Bupati), bersikap netral andaikan ada gesekan diantara pemuda dia sebagai ayah kok, ayah para pemuda di kabupaten banggai,” terangnya.

Nah hari ini saya tidak melihat itu lagi, saya melihat seorang bupati tidak peduli dengan keadaan para pemuda di Kabupaten Banggai “Saat dia gak peduli boleh dong kita ngelawan anak muda,”pungkasnya.

Bupati Banggai : Tidak Akan Layani Haris Pertama “Jangan Ganggu Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat

Terpisah Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim Senin kemarin (17/2/2020) saat menggelar konferensi pers terkait agenda konsolidasi internal PDIP menjelang Pilkada Banggai 2020 bertempat di sekretariat PAC PDIP Kilometer 8, Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai.

Dengan tegas Bupati menjawab pertanyaan salah satu jurnalis, soal pernyataan Haris Pertama. Ia mengaku semenjak terjun ke dunia politik fitnah, bully hinggah teror merupakan hal biasa, sebaliknya itu dianggap sebagai vitamin.

Mengaku ketua nasional entah organisasi apa tak mencerminkan yang diakuinya. Secara manusia saya juga emosi mendengar pernyataan dia (Haris Pertama), bahkan dikatakan tolol, tapi untuk apa saya layani karena dia bukan level saya.

“Masa mau lawan bupati, ketua nasional entah organisasi apa, tidak mencerminkan tokoh nasional. Menurut saya dia (Haris Pertama), hanya setingkat kepala desa dan kecamatan, sebuah kegalauan yang luar biasa, karena saat mereka menggelar kegiatan saya berada di Jakarta,” tegasnya.

“Sebagai manusia biasa, saya juga emosi dengan pernyataanya, dia manusia saya juga manusia, kecuali dia Tuhan, jadi untuk apa saya ladeni,” tambahnya.

Silahkan dia (Haris Pertama), mau buat statmen apa tentang saya, tapi jangan ganggu pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat. “Saya tidak akan melayani tantanganya, kalau tetap menantang tunggu tanggal mainya,” paparnya.*

(zoel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *