Potret Kebijakan Dandim 1308/LB Dalam Penanganan COVID 19 Di Wilayah Teritorial

  • Whatsapp

DIKTENEWS, Luwuk — Komandan Kodim (Dandim) 1308/LB Letkol. Inf. Fanny Pantouw yang juga Wakil Ketua 1 Gugus Tugas penanganan COVID 19 diketuai Bupati Banggai H. Ir. Herwin Yatim, MM, mengajak seluruh warga masyarakat tiga kabupaten yakni Banggai, Bangkep dan Balut untuk bersama pemerintah mencegah dan memutus rantai penyebaran Virus Corona (COVID 19).

Hal tersebut diungkap Dandim diruang kerjanya saat bincang – bincang bersama salah satu pengurus DPD KNPI Banggai diketuai Didik Djibran kurang lebih dua jam ditayangankan lewat Live Streaming via akun facebook DPD KNPI Banggai.

Bincang – bincang Dandim 1308/LB Letkol Inf. Fanny Pantouw dengan salah satu pengurus DPD KNPI Banggai [foto:Dok DPD KNPI Banggai]

Berikut petikan bincang – bincang dengan tema, “Potret Kebijakan Dandim 1308/LB Dalam Penanganan COVID 19 Di Wilayah Banggai,Bangkep Dan Balut”.

  1. Tanggapan Pak Dandim soal COVID 19 yang lagi menjalar dan menggrogoti dunia ?
    Jawaban : Covid 19 atau Corona this is muncul tahun 19. Sebenarnya virus ini tidak begitu berbahaya dan lemah, bisa dikalahkan dengan imun tubuh kita. Hanya saja proses penyebaranya mudah, utamanya kelompok orang usia lanjut, sehinggah penting untuk mencegahya bersama, utamanya pemuda.
  2. Sebagai seorang Dandim apa langkah dan strategi bapak dalam penanganan kasus ini ?
    Jawaban : Berkaitan dengan COVID 19, berpengaruh terhadap ketahanan nasional, sebagai Komandan Kodim dengan delapan tugas wajib TNI kami lakukan bersama pemerintah dan Polri. Tetap menjaga ketahanan wilayah tiga Kabupaten Banggai, Bangkep dan Balut. Virus ini tentu saja berdampak pada kehidupan sosial dan ketahanan, bersama pemerintah dan masyarakat kita berupaya mencegah memutus rantai penyebaran, dengan cara mengimbau masyarakat tetap dirumah. Ada dua asumsi, pertama semua orang sudah tertular, kita belum. Kita sudah kena orang lain belum. Penting imun tubuh dan tetap dirumah.
  3. Hari ini Banggai, Bangkep Dan Balut masih zero terkait COVID 19 tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada, bagaimana tanggapan bapak ?
    Jawaban : Memang di Banggai, Bangkep, Balut seperti di sampaikan juru bicara Gugus Tugas masih kosong, bisa jadi ada yang sudah tertular tapi dengan sendirinya dia sembuh sendiri karena berdiam diri dalam rumah dikalahkan dengan imum tubuh, misal ada yang ada datang dari luar kota, dia tetap menjaga diri dan berdiam diri dalam rumah dan akhirnya sembuh. Jadi tidak mentransmitit ke orang lain.
  4. Situasi dunia khususnya Banggai, Bangkep dan Balut terkait wabah COVID 19, banyaknya peredaran hoaks bagaimana menurut bapak ?
    Jawaban : Memang berita hoaks ini tidak dapat dihindari, tinggal kita sebagai pemuda harus smart, harus bijak setiap berita yang ada sumbernya dari mana kapan dan terkonfirmasi dengan baik. Hoaks ini ada beberapa yang tidak disengaja, mungkin karena lucu – lucuan atau mek – mek ungkapan kreasi pemuda. Namun begitu harus bijak melihat kembali berita yang sumbernya jelas.
  5. PSBB “Pembatasan Sosial Berskala Besar” yang di terapkan pemerintah pusat apakah daerah Banggai, Bangkep dan Balut harus di terapkan juga, apa pendapat bapak ?
    Jawaban : PSBB ini berdasarkan dampak penyebaran dengan status yang ada. Tentu saja setiap daerah tidak sama. Untuk Banggai, Bangkep, Balut belum warga sudah cerdas terlebih melaksanakan sosial distance. Namun apabila penyebaranya meningkat dengan pertimbangan sosial yang ada kembali menjadi kebijakan pemerintah.
  6. Bagaimana kesiap siagaan Dandim ketika hal buruk terkait COVID 19, berdampak luas di wilayah teritorial?
    Jawaban : Kalau berdampak luas tentu saja kita akan membackup pemerintah daerah dan polisi mengatasi kebijakanya. Apabila status berubah menjadi status darurat militer maka kami akan tampil sebagai leading sektor, tapi itu keputusan Presiden dan mudah – mudahan tidak terjadi. Karena langkah dan upaya memutus rantai penyebaran COVID 19, sudah 70 persen dilakukan baik oleh masyarakat.
  7. Terkait COVID 19 saat ini bagaimana pak Dandim melihatnya, sebagai Wakil Ketua 1 Gugus Tugas ?
    Jawaban : Memang dampak pandemi COVID 19 dari negara lain, jumlah positifnya meningkat, kita harus lakukan langkah antsipatif seperti Makassar akan melaksanakan PSBB, virus ini butuh tubuh manusia dia bisa masuk melalui mulut dan hidung, makanya Bupati membuat Gugus Tugas untuk penanganan COVID 19.
  8. TMMD ke 107, yang sukses di gelar apa yang telah lakukan dalam mengajak warga untuk bersama memerangi pandemi COVID 19 ?
    Jawaban : TMMD ini adalah program TNI seluruh Indonesia dan yang melaksanakan adalah Kodim Bollang Mongondow dan Kodim 1308/LB. Kita melakukan karya di desa membantu desa dan warga. Ada beberapa warga yang datang dari luar daerah kita lakukan pemeriksaan dor to dor serta intens melakukan imbauan serta ajakan bersama dalam memutus rantai penyebaran COVID 19.
  9. Menurut Pak Dandim tentang warga masyarakat Banggai, Bangkep dan Balut menanggapi imbauan pemerintah di tengah pandemi COVID 19 ?
    Jawaban : Masyarakat sangat mengerti apa yang kita sosialiaskan, dan kita melihat bisa saja ada transmitit dari luar. Berdasarkan penyampaian juru bicara Gugus Tugas belum ada yang terindikasi COVID 19, masyarakat tetatp stay at home menjaga jarak, mengunakan masker. Secara umum warga mengimbau ke warga laen apa yang telah menjadi imbauan pemerintah.
  10. Menurut pak Dandim tentang pemuda, khususnya pemudaBanggai?
    Jawaban : Pemuda Banggai sangat baik punya potensi luar biasa, punya SDM terlebih ikan di banggai yang dikonsumsi ini sangat bernutrisi. Pemuda banggai punya inovasi serta cerdas dalam mengunakan handphone dengan selalu memfilter berita dan informasi dengan baik. Semakin banyak organisasi semakin baik untuk pemuda yang semakin maju.
  11. Apa imbauan pak Dandim khususnya pada warga masyarakat saat pelaksanaan TMMD ke 107, dan masyarakat pada umumnya ?
    Jawaban : Selain mengimbau warga melakukan pencegahan COVID 19 dan pola hidup sehat. Dan kami juga melakukan perpustakaan membantu buku bacaan pada anak anak ada disana.
  12. Selama beberapa bulan bertugas sebagai Dandim pengalaman apa yang bisa di sampaikan ke publik ?
    Jawaban : Kurang lebih tiga bulan bertugas sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1308/LB. Daerah ini kita ini di lalui garis ring fair atau daerah yang rentan bencana seperti gempa dan banjir. Sehinggah butuh kepedulian bersama dan setiap desa punya tanggap bencana untuk meminimalisir dan Kasadaran masyarakat sangat penting untuk menjaga bumi ini dari penebangan liar serta tidak buang sampah sembarangan.
  13. Sedikit pengalaman pak Dandim semasa muda dan perjalanan tugas hinggah saat ini menjabat Dandim 1308/LB ?
    Jawaban : Pengalamanya banyak. Semasa SMA aktif di kegiatan Kepramukaan pernah mewakili Sulawesi Utara ke tingkat Nasional, lanjut kuliah di Universitas Samratulangi (UNSRAT) dan ketua angkatan sat itu. Tahun 1997 masuk Akabri lulus tahun 2000 lalu penugasan ke Aceh. Tahun 2003 di Makasaar (kostrad), 2004 di Papua, 2006 ke bandung, 2007 ke Libanon, 2009 Makassar, 2010 ke Bandung, 2011 ke Libanon dan Itali, 2013 – 2014 Magelang, 2015 – 2016 Bandung, 2017 di Manado, 2018 di Ambon 2019 Palu sebagai Komandan Batalyon 711 Raksatama dan 2020 bertugas sebagai Komandan Kodim (Dandim)1308/LB.*

(zl/adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *