Pidato Ketua DPD II Partai Golkar Banggai Usai Dilantik, Ir Beniyanto Tamoreka : Komitmen Kembalikan Kejayaan Partai

LUWUK,DIKTENEWS.COM – Indonesia..Golkar..Golkar Banggai..Menang..Menang..Menang, Itulah yel – yel politik diawal sambutan Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Ir Beniyanto Tamoreka , usai dilantik sebagai ketua bersama jajaran pengurus oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinisi Sulawesi Tengah Arus Abdul Karim.

Pidato pertama Beniyanto Tamoreka di Hotel Santika pada Minggu malam (26/6) menghaturkan terima kasih dan penghormatanya pada Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tengah Arus Abdul Karim beserta jajaranya, Plt Ketua DPD II Golkar Banggai Nasser Djibran yang telah banyak memberikan arahan dan petunjuk.

Ungkapan yang sama juga disampaikan Beniyanto Tamoreka pada mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai dua periode Syamsul Bahri Mang dan para pendiri organisasi sayap partai, 23 Pengurus Kecamatan (PK) dan jajaran Partai Golkar Kabupaten Bangkep dan Balut serta para tamu undangan mewakili Bupati Banggai oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan dan jajaran pengurus Partai Amanat Nasional (PAN).  

Apresiasi setinggi tingginya juga untuk Syamsul Bahri Mang mantan Ketua DPD II Golkar Banggai, yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi pada perjalanan Partai Golkar selama menjabat ketua.

“Olehnya kami berpendapat untuk menempatkan Syamsul Bahri Mang sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai,” sebutnya.

Dan saya masih mengingat sambutan disampaikan Syamsul Bahri Mang, bahwa pada saat penyerahan palu sidang di DPRD Kabupaten Banggai, “Beliau (Bali Mang – red) menyampaikan bahwa kami serahkan palu sidang ini, dan kami akan rebut kembali pada periode berikutnya,” ucapnya.

Ini adalah amanah yang besar pada saya. Dan saya akan mengembalikan palu sidang pada ketua DPRD Banggai. “Saya merasakan tanggung jawab ini besar, apalagi periode ini untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di bumi babasal ini,” terangnya.

Terpilihnya Beniyanto Tamoreka sebagai ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai secara aklamasi, setelah mendapat legitimasi dan penyampaian pandangan 23 Pengurus Kecamatan (PK), sayap partai dan hasta karya masing – masing soksi yakni AMPG,MKGR,AMPI dan Kosgoro, lewat Musyawarah Daerah (Musda) Ke X Partai Golkar, yang berlangsung dua hari 19-20 Juni 2021.

Latar Belakang Beniyanto Tamoreka Di Partai Golkar

Sedikit saya bercerita, bahwa apa latar belakang saya berada di Partai Golkar ? Saya berada di Partai Golkar ini sejak tahun 2009 di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Kenapa saya memilih Partai Golkar? sambung Beniyanto, karena orang tua saya 35 tahun mengabdi di Partai Golkar, “Ya, hampir separuh hidup beliau (bapak Saya) mengabdi pada partai Golkar,” bebernya.

Dan kalau saya lihat separuh juga didalam lemari itu baju warna kuning, “Dan saya, sangat bangga. Kenapa? karena warna kuning adalah warna kemuliaan,” ungkapnya.

Lanjut Beniyanto, kenapa saya katakan warna kemuliaan, karena kemuliaan itu hanya milik Allah. Dan Partai Golkar adalah partai yang mulia. Karena partai Golkar tidak ada yang memiliki, tapi milik rakyat Indonesia.

Itu sebanya saya berada di Partai Golkar, karena saya tidak pernah berada di partai lain. Dan saya melihat hanya Partai Golkar yang melaksanakan Musda, sebagai cerminan demokrasi.

Sambung Beniyanto, mendefinisikan demokrasi tidak usah sulit, memilih dan berkumpul dengan orang kecil, masuk di bilik kecil menggunakan alat kecil dan memilih pemimpinya,

“Jadi semuanya orang kecil, dan alhamudullilah di DPD II Partai Golkar, karena saya paling kecil, makanya saya yang dipilih,” kelakarnya disambut tepuk tangan peserta Musda.

Olehnya ia menghimbau pada seluruh jajaran DPD II Partai Golkar disemua tingkatan untuk komitmen melaksanakan kerja kerja partai, tetap bersama masyarakat kecil, jadikan partai ini sebagai tempat masyarakat berkeluh kesah dan menciptakan solusi untuk masyarakat.

“Jadikan partai ini sebagai tempat senyuman masyarakat, insya allah ketika masyarakat tersenyum, partai juga akan tersenyum pada pemilu 2024,” imbuhnya.

Dua pantun dipenghujung pidato politiknya “Semilir angin bertiup kencang, menerjang perahu membelah lautan bila kita ingin menang, mari kita bergandeng tangan”.

“Kacang Tanah kacang kenari rasanya lezat nikmat sekali saya hadir ingin mengabdi, golkar menang, golkar berjaya”.*

(zoel)