<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Refleksi Arsip - Dikte News</title>
	<atom:link href="https://diktenews.com/topic/refleksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://diktenews.com/topic/refleksi/</link>
	<description>Hadir Mendorong Kemajuan Daerah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Feb 2024 17:20:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://diktenews.com/wp-content/uploads/2022/07/logo-diktenews-100x75.jpg</url>
	<title>Refleksi Arsip - Dikte News</title>
	<link>https://diktenews.com/topic/refleksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>HPN dan HUT PWI Refleksi di Persimpangan Jalan</title>
		<link>https://diktenews.com/2024/02/09/hpn-dan-hut-pwi-refleksi-di-persimpangan-jalan/</link>
					<comments>https://diktenews.com/2024/02/09/hpn-dan-hut-pwi-refleksi-di-persimpangan-jalan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zulkifly Mangantjo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 17:15:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://diktenews.com/?p=11604</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Sutopo Enteding BANGGAI &#8211;Beberapa waktu lalu, saya...</p>
<p>Artikel <a href="https://diktenews.com/2024/02/09/hpn-dan-hut-pwi-refleksi-di-persimpangan-jalan/">HPN dan HUT PWI Refleksi di Persimpangan Jalan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://diktenews.com">Dikte News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh Sutopo Enteding</p>



<p><strong>BANGGAI</strong> &#8211;Beberapa waktu lalu, saya tersinggung dengan ungkapan seorang pengusaha lokal di kampung saya.</p>



<p>Ungkapan itu seolah memastikan bahwa seluruh wartawan kelakuannya serupa. Memainkan kemampuan menulisnya untuk meraup keuntungan.</p>



<p>Misalnya, pengusaha atau sebut saja kontraktor tak becus mengerjakan proyek APBD, lalu si pewarta mendapatkan bukti beserta dokumentasinya yang benar-benar membuktikan pekerjaan proyek tidak dilaksanakan sesuai RAB (rencana anggaran biaya).</p>



<p>Upaya konfirmasi dilakukan, namun upaya &#8216;cover both side&#8217; (proses peliputan suatu berita atau informasi yang melibatkan dua sudut pandang yang berbeda atau berlawanan) hanyalah digunakan sebatas &#8216;deal&#8217;.</p>



<p>Akhirnya, berita tak diterbitkan dan pewarta mendapatkan manfaat segepok uang atau lebih dari segepok.<br>Branding terlanjur merusak marwah profesi pewarta adalah hal sulit diperbarui.</p>



<p>Tentu, mereka yang berasumsi demikian, karena menemui pewarta yang benar-benar menjual kehormatannya. Dan bahkan, memang sengaja menjual kehormatannya sebagai pewarta.</p>



<p>Ada banyak kasus miris para pewarta. Mungkin saja, tak kuat dengan kondisi ekonomi atau mungkin saja kasus yang berpeluang untuk bisa &#8216;dimainkan&#8217;.</p>


<p>Artikel <a href="https://diktenews.com/2024/02/09/hpn-dan-hut-pwi-refleksi-di-persimpangan-jalan/">HPN dan HUT PWI Refleksi di Persimpangan Jalan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://diktenews.com">Dikte News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://diktenews.com/2024/02/09/hpn-dan-hut-pwi-refleksi-di-persimpangan-jalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
