“Tidak ada kata atau istilah terlambat untuk berbenah diri, memperbaiki metode kerja, SOP, dan instruksi kerja,” bebernya.
Serta budayakan saling mengingatkan agar kita sehat, dan pulang dengan selamat dalam bekerja. Karena ketika kita disiplin dalam menjalankan Budaya K3, hal ini akan terbiasa dan terbawa dalam kehidupan rumah tangga kita.
“Saya sangat meyakini hal tersebut. Jadi jangan hanya di lingkungan kerja kita terapkan, tapi jadikan ini kebiasaan serta membudayakan K3 dalam diri kita sendiri,” harapnya.
Masih dalam sambutanya, demi terjaganya keberlangsungan usaha di luar urusan safety ada faktor lain yang juga ikut mempengaruhi sektor pertambangan kata dia. Karena ciri-ciri bisnis pada sektor ini, ada 3 poin, “Pertama padat modal (investasi besar), kedua jangka panjang dan ketiga high risk (resiko tinggi),” jelasnya.
Jika di antara salah satu tidak bisa di penuhi, saya yakinkan bahwa keberlangsungan usaha akan berhenti dan kita semua akan mencari jalan sendiri sendiri. Namun terlepas dari ketiga poin tadi, ada hal menarik perhatian saya.
Hingga kegiatan utama kita terhenti seperti hauling, produksi dan barge terhenti, karena dunia pasar global sedang lesu, harga komoditas tambang semua anjlok di pengaruhi geo political global dan nasional.