Dan sampai hari ini tidak ada saya menolak orang yang mau bertemu denganya. Kecuali sudah tidak ada tamu di rumah baru saya tidur, sepanjang tamu masih ada, saya tidak akan pernah tidur, Saya terima dulu mereka, ngobrol dengan mereka, apa masukan saran dan keluhan mereka baru itu saya tidur, “Nanti silahkan di cek,” ujarnya.
Jadi kalau ada teman teman wartawan ingin bertemu saya, silahkan. Ingin berdiskusi menyampaikan masukan atau kritikan bagaimana kabupaten banggai kedepan, “Silahkan, saya selalu membuka pintu untuk rekan rekan wartawan,” tambahnya.
Dan saya mohon maaf kalau saya yang harus mengundang rekan rekan wartawan dan seakan akan mengaploud semua kegiatan, “Saya mohon maaf, saya tidak akan melakukan itu,” tegasnya.
Kalau teman teman lain mau melakukan itu silahkan, tapi kalau untuk saya pribadi tidak akan pernah melakukan itu. Seperti saya sampaikan tadi, karena saya takutkan nanti di bilang makan puji.
Sambungnya, apa yang di sampaikan Ketua PWI Kabupaten Banggai, Bangkep dan Balut, seputar kemajuan Kabupaten Banggai, tentu masih jauh dari apa yang ada dalam pikiran saya, karena masih banyak hal yang harus kita benahi bersama untuk kemajuan banggai yang lebih baik kedepan.
“Mudah mudahan tahun 2024 ini dengan begitu banyak anggaran yang kita alokasikan dan mudah mudahan bisa tercover di semua pembangunan di wilayah Kabupaten Banggai,” harapnya.
Sekali lagi mau maju satu daerah maupun orngnya yang akan kita buat itu, tergantung dari tulisan teman teman wartawan semua. Kita ingat Presiden RI Jokowi Widodo ketika baru mau masuk menjadi Gubernur DKI begitu hebat tulisan tulisan para wartawan, “Cukup menghipnotis seluruh warga Jakarta dan sehingga bisa menjadi Presiden dua periode,” tutupnya.*
(zuma)