BANGGAI — Selain fasilitas sampah dan pentingnya kesadaran masyarakat menjadi penting mengatasi persoalan sampah.
Dampak buruk sampah sembarangan menjadi sebuah ancaman serius bagi kita semua. Selain jadi sumber penyakit juga jadi problem lingkungan manakala hujan turun.
Setiap harinya para petugas sampah lengkap armada truk pengangkut sampah mengangkut sampah produksi rumah maupun sampah di ruang publik.
Namun saat hujan turun beberapa jam saja, Kota Luwuk berubah penampakan menjadi kotor dan dipenuhi, macam jenis sampah plastik, kayu dan bekas botol air mineral.
Seperti hujan yang turun dengan derasnya pada Selasa (21/5) pagi hingga jelang sore hari. Luapan air hujan saluran drainase menutupi beberapa titik ruas Jalan S Parman atau sekitar Kantor Statistik dan Jalan Ahmad Yani kompleks Bank Mandiri.
Terpantau Jalan Ahmad Yani beberapa titik badan jalan, terlihat sampah bertebaran dan endapan lumpur yang mungkin berasal dari saluran drainase saat hujan.
Hujan yang mulai mereda pada sore hari, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai dipimpin Kadis Judi Amisudin bersama anggota TNI turun membersihkan sampah dari saluran drainase yang menjadi pemicu meluapnya air hujan ke badan jalan berbawaan sampah.
Pantauan Selasa malam sekitar kompleks mesjid di pasar sentral, beberapa titik gundukan sampah siap untuk diangkut. Walau belum semuanya tertangani mungkin karena mengingat waktu sudah malam, sampah dan lumpur yang tersisa di ruas Jalan Ahmad Yani, kemungkinan akan di bersihkan pada Rabu (22/5) hari ini.*
(zuma)