BANGGAI – Bagi warga masyarakat Kecamatan Bunta yang membutuhkan Gas LPG 3 Kg kebutuhan puasa ramadhan dan menghadapi lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai telah menjadwalkan pasar murah khusus tabung Gas LPG 3 Kilogram di wilayah Kecamatan Bunta pada Rabu (26/3) besok.
Disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Banggai Sunarto Lasitata bahwa pasar murah adalah upaya Pemda Banggai membantu warga Bunta mendapatkan kebutuhan Gas LPG 3 Kg terlebih jelang lebaran.
“Jadi ini quota extra di siapkan 560 Gas 3 Kg pada bulan ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri 1446 H,” ujarnya Ahad (23/3).
Ia menjelaskan quota extra ini tidak mengganggu siklus pendistribusian Gas LPG dari agen ke pangkalan di Bunta. “Karena ini ambil quota lain untuk membantu masyarakat menjelang lebaran,” ujarnya.
Sambungnya agar proses pendistribusian Gas pada masyarakat dapat tersalur semuanya dengan baik, maka kami melibatkan Pemerintah Kecamatan Bunta dalam hal ini Camat Bunta melakukan pengawasan dan sistem penyaluranya.
Karena mengingat jadwal penyaluran yang rencana mulai Rabu siang, maka waktunya bisa sampai malam hari. Sementara warga (muslim) melaksanakan Ibadah Taraweh, “Nah setelah Tarawe penyaluran Gas di lakukan kembali, makanya kami libatkan Camat menteknisi pendistribusianya,” jelasnya.
Teknis ini juga kami komunikasikan dengan pihak agen Gas yang siap dengan quota extra termasuk pihak Pertamina. Sementara untuk lokasi pendistribusian kata Kabag SDA Sunarto Lasitata seperti biasa kami pusatkan di halaman BPU Bunta,
Dan yang terpenting 560 tabung Gas LPG 3 Kg ini harus habis tersalur ke masyarakat dengan KTP sesuai dan terkonek. Dimana pasar murah khusus gas pada tahun sebelumya terdapat sisa walaupun jumlahnya tidak banyak. “Dan 560 tabung Gas LPG 3 Kg ini harus habi tersalur ke warga,” bebernya.
Agenda yang sama juga, akan kami lakukan hari ini Selasa (25/3) untuk wilayah Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.
Oknum
Dalam proses penyaluran Gas LPG 3 kg baik di Luwuk atau di Bunta akan lakukan dengan pengawasan ketat. Artinya jangan sampai ada oknum memanfaatkan moment ini untuk di jadikan objek bisnis di balik program pasar murah khusus Gas LPG 3 Kg.
“Karena yang kami dapatkan ada oknum perantara berbaur membeli gas lalu di jual kembali ke kios kios dengan harga bisnis,” paparnya.
Saat kami tanya pada pemilik kios, mereka mengaku hanya di jual oleh orang, sehingga oknum tadi terputus, walau tidak di ketahui pasti siapa oknum itu, yang pasti praktek ini harus kami putuskan,” tutupnya.*
(zuma)