Mengangkat isu pertambangan berkelanjutan, tentu materi ini sangat berdasar dan relevan dengan konsep pengelolaan pertambangan dari seorang Najmi Alramadhan yang selaras pula dengan konsep Minning Practice yang di jalankan di perusahaan PT KFM.
Dalam paparannya dihadapan generasi pelanjut bangsa, Najmi tak segan segan menyentil soal dampak lingkungan pertambangan. Namun begitu kata dia, memberikan penekanan bahwa pentingnya praktik pertambangan yang beratanggung jawab terhadap energi bersih dan juga untuk keberlanjutan lingkungan
Pertambangan keberlanjutan bukan hanya pada soal pemenuhan energi semata tetapi juga bagaimana kita menjaga lingkungan dan memastikan benar kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah pertambangan, “Itu yang terpenting,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal tantangan dan peluang dihadapi sektor pertambangan ditengah transisi energi menuju energi terbarukan. Termasuk tantangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah pertambangan yang menjadi perhatian kita semua bahwa pertambangan adalah sebuah peradaban kemajuan dan pertumbuhan ekonomi produktif.
Lewat agenda (LK II) HMI Cabang Banggai. Ia berharap ini menjadi laboratorium berbagi ilmu pertambangan untuk membuka wawasan para kader sebagai generasi penerus cita cita leluhur menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. “Dan harus siap pula serta memiliki mental yang baik dalam menghadapi dinamika industri ditengah transisi industri,” pungkasnya.
Tak bermaksud berlebihan kalau sosok Najmi menjadi figur insipirator dunia pertambangan karena dirinya kerap hadir berada di tengah forum sebagai penginisiasi bahkan pembicara (narasumber) soal sektor pertambangan khususunya di wilayah kabupaten banggai.
Sebagai pelaku usaha industri pertambangan pantas saja Najmi bersama KFM menjadi satu satunya tambang percontohan di wilayah kabupaten banggai yang pernah di sampaikan Bupati Banggai pada sebuah agenda, karena menjalankan praktik pertambangan dengan baik dan benar sesuai aturan dan ketentuan dalam dunia pertambangan itu sendiri.*
(zuma)














