BANGGAI — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai melalui Dinas Perikanan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data dan Informasi Pemasaran serta Pengolahan Hasil Perikanan, Kamis (7/8).
Bimtek tersebut berlangsung di salah satu hotel di Luwuk menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (POKLAHSAR) se-Kabupaten Banggai sebagai bentuk penguatan kapasitas pelaku usaha dalam menghadapi tantangan regulasi dan pasar.
Wakil Bupati Banggai dalam penyampaiannya memgucapkan selamat datang pada Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Kabupaten Banggai merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya laut yang besar, yang terletak di kawasan Teluk Tolo dan Teluk Tomini,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa pemanfaatan potensi yang maksimal diharapkan dapat memberikan dampak positif yang mampu meningkarkan kesejahteraan nelayan.
“Regulasi perizinan berusaha berbasis resiko adalah amanat dari UU Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, efisien, namun tetap memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Pemkab Banggai terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah dan transparan.
Melalui Dinas Perikanan bekerjasama dengan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ada di Kota Luwuk dapat membantu membuat Sertifikat Kelayakan Pengolah (SKP).
“SKP merupakan instrumen penting untuk menjamin mutu dan keamanan hasil perikanan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, baik domestik maupun ekspor,” ucapnya. Sambungnya dengan penerapan SKP, kita dorong agar pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di kabupaten banggai mampu bersaing secara global dan memberikan nilai tambah yang maksimal bagi daerah kata wabup.
Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Banggai mengharapkan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan kelompok usaha mereka, meningkatkan kualitas produk olahan, serta membuka akses yang lebih luas ke pasar regional dan nasional melalui kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan POKLAHSAR di Kabupaten Banggai tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas, serta mampu bersaing dalam industri pengolahan perikanan secara berkelanjutan.*
(zuma)














