BANGGAI — Wakil Bupati Banggai membuka secara resmi bimbingan teknis (bimtek) Penguatan Pembinaan Perpustakaan dan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Bimtek tersebut di selenggarakan Dinas Perpustakaan (Dispustaka) Kabupaten Banggai disalah hotel di Luwuk, Kamis (7/8).
Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman pentingnya Akreditasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang Berstandar Nasional.
Menghadirkan dua orang narasumber masing masing Agus Sutoyo, M.Si, Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional dan Anton Alfian, Kepala Sub Koordinator Akreditasi Perpustakaan Wilayah Kalimantan & Sulawesi.
Perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan masyarakat. Bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga, menjadi pusat informasi, pembelajaran & pemberdayaan masyarakat. Dalam era digital, perpustakaan perlu bertransformasi manjadi lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Para peserta bimtek mereka perkawakilan pengurus perpustakaan sekolah, perguruan tinggi yang berasal dari kecamatan, desa dan kelurahan hingga para komunitas.
Dalam sambutan Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional Agus Sutoyo mengatakan, sebagai lembaga pembina, ia berharap seluruh pustakawan termasuk yang ada di kabupaten banggai menjadi bagian yang sangat khusus, seperti amanat Undang – Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. “Bagaimana perpustakaan itu mulai dari pusat, provinsi, kabupaten kota wajib memberikan ruang pendidikan & pembelajaran bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, perpustakaan nasional telah memperhatikan kabupaten banggai karena memiliki perpustakaan yang megah dan indah. Bangunan perpustakaan daerah kabupaten banggai dirancang untuk menjadi tempat yang representatif untuk berbagai aktivitas kreatif masyarakat.
Sementara itu Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili dalam sambutan mengatakan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan upaya untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan yang tidak hanya memberikan informasi. Tetapi juga, mengembangkan potensi individu dan kelompok masyarakat.
Dengan inklusi aosial, perpustakaan diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk mereka yang kurang beruntung, agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.
“Akreditasi perpustakaan menjadi indikator penting untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh perpustakaan telah sesuai dengan standar nasional. Dengan akreditasi, perpustakaan dapat menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik, profesional, & terukur,” ujarnya.
Wabup berharap melalui Bimtek ini para peserta dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme akreditasi serta strategi dalam menerapkan pendekatan Inklusi sosial di lingkungan perpustakaan masing-masing. “Mari kita bersama mewujudkan Perpustakaan yang yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Banggai yang cerdas, literatif, berdaya saing tinggi,”. Tutup Wakil Bupati Banggai
Wabup juga mengimbau untuk setiap kecamatan dapat membangun gedung perpustakaan guna mendekatkan literasi pada masyarakat sesuai dengan 9 program unggulan kreatif dan inovatif Bupati & Wakil Bupati Banggai (Banggai Cerdas).
Bimtek kemudian dilanjutkan pemberian materi pada peserta tentang meningkatkan kualitas layanan pustakawan yang baik dan profesional serta tata cara mengajukan Akreditasi Perpustakaan melalui SiPAPI (Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia) yang dikembangkan Perpustakaan Nasional RI.*
(zuma)












