BANGGAI — Karateker (Kades) Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai Sumirto Musa mengatakan dua hal dampak pertambangan nikel Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.
Dua hal dimaksud adalah sisi dampak positif dan juga dampak negatif kata Sumirto Musa di konfirmasi via telepon whatsaap, Jumat (8/8).
Sumirto mengaku sudah dua tahun dirinya menjabat karateker kades (Siuna) dan juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan di Kantor Camat Pagimana.
Di jelaskan Sumirto dua hal dampak tadi, “Kalau itu nikel, ada dampak positif dan negatif. Dampak positifnya mengurangi pengangguran, adanya rekruitmen karyawan, warung warung yang dulunya tidak ada, kini ada,” ujarnya.
Sementara dampak negatifnya, dirinya tak memungkiri bahwa memang telah terjadi kerusakan lingkungan seperti jalan umum, air sungai tercemar dan lain – lain akibat aktifitas pertambangan nikel kata dia.
Disinggung adanya kunjungan kerja (kunker) aleg DPR RI Komisi XII Beniyanto Tamoreka bersama Tim Pemda Banggai ke lokasi pertambangan di Siuna. Ia mengaku bahwa kunker tersebut adalah hal yang sangat positif agar mereka melihat langsung dan mendengar langsung apa yang sebenarnya menjadi keluhan dari masyarakat.
Ia menambahkan tidak berada di lokasi karena jadwal kunker bertabrakan dengan kegiatan di Kantor Camat Pagimana, “Saya tidak hadir disana (Siuna) ada aparat, karena ada undangan pak camat kegiatan (restorative justice) di kantor camat,” akunya.
Sebenarnya jadwal kunker itu, Kamis (7/8) sore tapi batal, dan baru hari ini dilakukan dan say juga di kabari Kabag SDA lewat pesan whatsaap.*
(zuma)













