BANGGAI — Terungkap aktifitas pemboman ikan marak terjadi di perairan laut Desa Pulodalagan, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai.
Warga masyarakat Desa Pulodalagan yang kesal dan resah dengan pemboman ikan disinyalir oleh warga luar desa, warga pun mengadukan hal itu pada Kepala Desa (Kades) Pulodalagan dengan harapan ada penindakan tegas aparat.
Menurut Kades Pulodalagan Moh Ahyar O Pandolo, di konfirmasi media ini, Senin (8/9), mengaku bahwa pemboman ikan di perairan Laut Desa Pulodalagan sudah sering kali terjadi.
Warga yang kesal karena populasi ikan mengurang dan juga kurangnya hasil tangkapan, akibat dampak pemboman ikan dilakukan orang luar desa, warga akhirnya mengadukan hal tersebut pada kami selaku pemerintah desa.
Kades Moh Ahyar mengaku usai menerima aduan warganya itu, langsung melayangkan surat yang ditujukan pada Polsek Nuhon (Kapolsek Nuhon) berdasarkan aduan masyarakat.
Dalam surat tertanggal 8 September 2025, selaku kepala pemerintahan di desa, ia mengaku dampak pemboman ikan dilaporkan nelayan yang juga warganya sendiri, telah menganggu dan meresahkan hingga menyebabkan ekosistem laut rusak.
Sambung Kades Ahyar dengan dialek setempat, “Kemarin sore Minggu (7/9) ikan tandipang (jenis ikan sebut warga lokal) tahambur (berserakan) di pinggiran pantai sepanjang perbatasan desa balaan dan dalagan,” tambahnya.
Kalau tidak disikapi segera kata dia, maka dapat memicu konflik antara pengebom ikan dengan warga masyarakatnya.
“Saya berharap agar segera ada tindakan dari aparat yang berwenang, agar dapat memberikan sangsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” harapnya.*
(zuma)














