Secara teknis, dia mengatakan bahwa areal Nursery ini merupakan lokasi pembibitan yang akan ditanami dilokasi pasca tambang. “Sebelum melakukan penanaman pada area pasca tambang, kami melakukan pembibitan selama 3-4 bulan umur bibit dan barulah kami tanami di lahan pasca tambang,” jelasnya.
Mahasiswa lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Muhammad Ali mengatakan revegetasi dilakukan dengan menanam tanaman pohon pionir, sengon sesuai dokumen lingkungan yang telah disetujui pemerintah. Dijelaskan seperti memilih bibit pohon Sengon karena cepat tumbuh dan mampu memperbaiki kualitas tanah. Sambungnya selain Sengon ada juga tanaman pohon sisipan berupa tanaman buah seperti durian, rambutan, dan jambu mete juga kami tanami.
Ada juga tanaman lokal yang kami tanam pada areal pasca tambang seperti jabon merah dan meranti, sebagai upaya dalam memperkaya keanekaragaman hayati dan menumbuhkan hutan kembali.
Program penanaman ini telah berlangsung secara bertahap sejak tahun 2022 hingga sekarang ini. “Bibit tertua yang ditanam saat ini sudah berumur tiga tahun dan mulai menunjukkan pertumbuhan yang baik,” bebernya.
Dari sisi teknis, kegiatan reklamasi dimulai dengan penataan lahan bekas tambang untuk meratakan kembali kontur tanah. Selanjutnya dilakukan penaburan top soil (lapisan tanah subur dari atas) agar tanah lebih siap ditanami. Setelah itu melakukan penanaman bibit pohon dengan jarak tanam teratur disertai perawatan berupa pemupukan, penyiraman, serta pengendalian gulma agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.*
(zuma)














