Info Kecamatan

Dukung Program Bupati Tekan Inflasi, Lurah Kalaka Hadirkan Wahana “Hoya Hoya” Warga Ketiban Rejeki

Zulkifly Mangantjo
9
×

Dukung Program Bupati Tekan Inflasi, Lurah Kalaka Hadirkan Wahana “Hoya Hoya” Warga Ketiban Rejeki

Sebarkan artikel ini
Wahana
Lurah Kadir Sangketa mengenakan topi aktif melakukan kontrol di lokasi wahana bersama aparat untuk memastikan kondusifitas tetap terjaga. (foto : lurah kalaka)

BANGGAI — Upaya pemerintah Kelurahan Kalaka, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai menekan inflasi adalah langkah nyata yang tengah di lakukan.

Upaya tersebut merupakan wujud kepedulian Lurah Kalaka Kadir Sangketa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana kebijakan pemerintah daerah yang kerap disampaikan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dalam menekan inflasi.

Dikatakan Lurah Kadir Sangketa dilokasi wahana, Selasa (11/10) malam. Pria yang akrab di sapa (Kadir) mengaku dirinya sengaja menghadirkan wahana bermain dan hiburan masyarakat “Hoya Hoya Soyo Sae Fun Yogyakarta) tujuanya adalah selain menjadi objek hiburan juga membantu rongga perekonomian dan pemberdayaan masyarakat yang ada di wilayah kerjanya.

“Sudah sangat lama warga tidak lagi merasakan hiburan khususnya di warga saya yang ada di Kelurahan Kalaka,” ujarnya.

Dalam MoU kerjasama yang disepakati dengan pihak wahana, Lurah Kadir menekankan poin penting yakni memprioritaskan pelaku usaha kecil (UMKM) memberdayakan masyarakat selama berlangsungnya acara. “Kalau dalam MoU, misal tidak di iyakan pihak wahana, maka saya menolak, tapi allhamdulilah itu di sanggupi mereka,” ucapnya.

Mereka para pelaku usaha yang ada seperti penjual makanan dan minuman semuanya adalah warga Kalaka yang mendapat kesempatan berjualan di lokasi wahana yang disewa pemilik (hoya-hoya) pada pemilik lahan. Sambungnya lapak mereka di tata dengan baik agar kondisi dan suasana menjadi nyaman bagi pengunjung dan menjadi teratur.

Baca Juga :  Kepala Puskesmas Bunta Berganti di Jabat Marten Pelaksana Tugas

Selain pelaku usaha yang mendapatkan kesempatan mengais rejeki, warga yang lain juga di libatkan berkolaborasi menjual tiket pada masing masing permainan wahana. Ada juga yang kami arahkan pada jasa parkiran dan membantu pihak keamanan.

“Sesuai izin mereka (hoya hoya) selama satu bulan, mulai 28 Oktober sampai dengan 29 November 2025,” jelasnya.

Tujuan kami menghadirkan wahana ini adalah untuk membantu program pemerintah daerah menekan inflasi menciptakan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan pelaku usaha dan warga agar mendapatkan penghasilan dan dampak positif selama acara berjalan.

Lurah Kadir berharap acara ini dapat membantu perekonomian masyarakat utamanya warga Kalaka, “Karena mereka adalah skala prioritas kerjasama kami dengan pengelola hoya- hoya, ” terangnya.

Kadir menambahkan beberapa pedagang pakaian, barang plastik dan campuran yang membuka lapak berbagai kebutuhan rumah tangga kami tempatkan dengan dalam lokasi wahana dan beberapa juga berjualan di luar lokasi dengan penataan maksimal agar tidak menggangu kenyamanan dan aktifitas warga umum serta arus lalu lintas yang lalu lalang di jalan Trans Sulawesi.

Acara seperti ini kata Kadir warga merasa senang karena ada hiburan, tapi yang terpenting mereka bisa mendapatkan penghasilan memenuhi kebutuhan hidup mereka. “Jadi perputaran ekonomi tumbuh dengan baik di masyarakat” akunya.

Baca Juga :  Peringati Harhubnas Tahun 2023, KUPP Kelas III Bunta Gelar Senam Pagi Bersama Dan Bersih Pantai

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kelurahan serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. “Program seperti ini membuktikan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya melalui kebijakan, tapi juga melalui kreativitas dan kolaborasi di lapangan,” sebutnya.

Beberapa penjual UMKM dan pedagang barang campuran mengaku selain menikmati pentas hiburan, kami bisa mendapatkan penghasilan dan sangat lumayan. “Selama satu minggu acara berjalan, pendapatan kami lumayan, ” ucap salah satu pedagang.

Senada penjual UMKM, kalau tidak ada acara ini, biasanya jam begini sudah sunyi, tapi adanya (hoya – hoya) kami warga terhibur dan juga dapat rejeki.

Kondisi ini menandakan terjadi siklus perekonomian di tengah tengah masyarakat terciptanya iklim transaksi ekonomi warga dan pelaku usaha. Apalagi pengunjung tidak hanya warga lokal, dari luar Kecamatan Bunta, seperti Pagimana dan Ampana datang menikmati suguhan acara yang biasanya pada kamis dan minggu malam pengelola wahana dengan menghadirkan penyanyi dan DJ (Disk Joki).*

(zuma)

error: Content is protected !!