Arti Tema BK3N
Dalam isi pidato Kepala Teknik Tambang (KTT) Najmi Alramadhan disampaikan Teddy Runtukahu, menekankan poin penting dari arti tema peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 bagi operasional kita di lapangan.
Pertama adalah ekosistem yang profesional, profesionalisme itu dimulai dari kepatuhan total pada regulasi. “Tahun ini kita dihadapkan pada perubahan fundamental dalam tata kelola Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang kini bersifat tahunan sesuai Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025,” jelasnya.
Profesionalisme berarti kita tidak lagi melihat K3 sebagai beban administratif, melainkan bagian dari kompetensi inti. Pengawas kita harus tersertifikasi secara mumpuni, dan setiap prosedur kerja aman (SOP) harus dijalankan tanpa toleransi terhadap kelalaian terkecil sekalipun.
Kedua adalah ekosistem yang andal, “Keandalan di tahun 2026 berarti kita harus merangkul teknologi. Kita memasuki era Smart Mining. Pemerintah telah meluncurkan E-Katalog Inovasi Bidang Keselamatan Pertambangan. Kita harus memanfaatkan IOT untuk memantau lereng secara real-time, AI untuk mendeteksi kelelahan operator, serta sistem pelaporan MinerbaOne yang transparan,” terangnya.
Namun, keandalan ini juga menuntut resiliensi terhadap gangguan teknologi. Kita belajar dari insiden global masa lalu bahwa sistem digital pun bisa gagal, “Maka keandalan manusia harus tetap menjadi filter terakhir keselamatan,” ungkapnya.
Ketiga ekosistem yang kolaboratif, “Keselamatan pertambangan tidak mengenal batas pagar konsesi. Kita harus berkolaborasi lintas sektoral. Saya memberikan apresiasi setinggi – tingginya pada rekan-rekan yang terlibat dalam misi kemanusiaan (ESDM Siaga Bencana) pada akhir tahun lalu di Sumatera,” ungkapnya.















