BANGGAI — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai menggelar rapat evaluasi penyerapan anggaran (APBD) Tahun 2025, Selasa (21/10).
Rapat evaluasi berlangsung di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, di pimpin Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili.
Rapat evaluasi APBD Triwulan III, bertujuan untuk melihat capaian target kinerja perangkat daerah pada Triwulan III. Sehingga dapat diketahui faktor pendukung dan penghambat, serta keuangan dan program untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran daerah.
Dalam paparannya, Kabag Administrasi Pembangunan (BIPRAM) Mulsandi, ST., MT mengatakan, sejal bulan Oktober terjadi tren peningkatan serapan anggaran bagi setiap dinas. “Ini menandakan bahwa semua OPD saat ini sedang berpacu agar serapan anggarannya bisa mencapai target yang ditetapkan,” ujarnya.
Lanjutnya untuk kecamatan memang ada beberapa anggaran yang dilakukan perubahan dan penyesuaian, sehingga realisasi tersebut akan dilaksanakan pada momen perubahan anggaran kata Mulsandi.
Bupati Banggai dalam arahannya menegaskan jika sampai akhir Desember ini masih banyak anggaran yang mengendap, maka akan terjadi pemotongan luar biasa. “Itu sebabnya pemerintah pusat selalu mengingatkan kita untuk terus berupaya meningkatkan serapan anggaran yang lebih maksimal,” ujarnya.
Sambung bupati kita semua tidak ingin dana transfer dipotong, “Kalau transfer pusat ke daerah dipotong bukan hanya masyarakat yang akan susah. Tetapi kita juga akan kesulitan dengan kondisi itu,” jelas bupati.
Bupati mengatakan saat ini dirinya telah aktif melakukan banyak kunjungan ke pusat untuk mengusahakan banyak hal, tetapi semua itu menjadi percuma jika realisasi anggaran kita tidak sesuai dengan target yang telah di tetapkan.
Namun, Bupati juga mengakui bahwa belanja dan realisasi anggaran sedikit terlambat dikarenakan panjangnya tahapan Pilkada, sehingga ia dan Wabub baru menjadi pimpinan daerah yang definitif pada 2 Juni 2025.
Dalam rapat evaluasi ini Bupati menanyakan satu-persatu kendala yang dihadapi setiap OPD dalam upaya penyerapan anggaran agar dalam waktu tersisa bisa dimaksimalkan agar target yang ditetapkan dapat dicapai.*
(zuma)














