Hukum & Kriminal

Wanita Paruh Baya Jadi Korban Aniyaya Seorang Pedagang Makanan di Kawasan Teluk Lalong

Zulkifly Mangantjo
10
×

Wanita Paruh Baya Jadi Korban Aniyaya Seorang Pedagang Makanan di Kawasan Teluk Lalong

Sebarkan artikel ini
Teluk Lalong
Nampak seorang wanita paruh baya menahan rasa sakit setelah mendapat penganiyayaan seorang pedagang. (foto : ss/vd)

BANGGAI — Keberatan setelah menjadi korban penganiyayaan seorang ibu rumah tangga (IRT) melaporkan seorang pedagang penjual makanan ke Mapolres Banggai.

Kejadian penganiyayaan itu terjadi pada Sabtu (1/11) sore dilapak jualan milik keluarga korban persis depan eks Kantor BPN kawasan Teluk Lalong, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Pengakuan pemilik lapak Nurlin yang keseharianya berjualan minuman (Pop Ice). Ia menuturkan tantenya RH (51) di aniyaya dengan cara ditendang oleh pria pemilik jualan makanan bernama Komar yang bersebelahan lapak dengannya.

Sambung Nurlin sempat terjadi adu mulut dengan istrinya Komar terkait penempatan meja tempat berjualan. Dan korban saat itu juga bertanya pada istri Komar kenapa menangis, adu mulut pun semakin menjadi hingga Komar entah kenapa melakukan pemukulan dengan cara menendang korban mengenai rusuk bagian kanan.

Baca Juga :  Empat Pekerja Tiang Internet di Nuhon Jadi Korban Tersengat Aliran Listrik, Satu Tewas

Akibatnya korban jatuh tersungkur tak berdaya dan nyaris pingsan karena kesakitan mengalami memar dan bengkak. Suasana sempat memanas ketika korban terlihat terus merintih menahan rasa sakit bagian rusuknya.

Tidak terima dengan perbuatan Komar, keluarga menemani korban mendatangi Mapolres Banggai melaporkan tindakan pemukulan pada korban dan menerima tanda terima laporan.

Nurlin mengaku secara langsung korban bukan pemilik lapak, lalu dengan alasan dan kenapa korban di pukul. Ia mengaku kalau penempatan meja tempat jualan, dirinya mengaku legowo, karena kita sama sama mencari rezeki tapi tidak dengan gaya premanisme bahkan memukul perempuan, “Torang sama sama orang susah, sama sama cari makan jangan sok jagoan apalagi ba pukul tante saya, torang juga banyak keluarga,” ujarnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Detik Detik Sebelum Maut Laka Tunggal Korban Masih Sempat Foto Bersama Rekan Sekelas

Dia berharap laporan korban segera di proses hukum karna keluarga korban pun tidak terima dengan perbuatan pelaku, “Ini sudah rana pidana jadi harus di proses hukum,” tandasnya.

Ia mengaku semua orang bisa melakukan hal yang sama kalau menuruti emosi, tapi kita ini hidup di negara hukum jadi ada aturan hukum jadi pijakan dan pedoman kita.*

(zuma)

error: Content is protected !!