Hukum & Kriminal

Kasir Alfamidi Bunta Pergoki Dua Anak Perempuan Dibawah Umur Nekat Mencuri Karena Tak Punya Uang

Zulkifly Mangantjo
16
×

Kasir Alfamidi Bunta Pergoki Dua Anak Perempuan Dibawah Umur Nekat Mencuri Karena Tak Punya Uang

Sebarkan artikel ini
Barang curian
Beberapa barang yang sempat di ambil dari dalam tokoh alfamidi.

BANGGAI — Menjadi pelajaran bagi para orang tua agar lebih memperhatikan anak anak, agar tidak terjadi seperti dua orang anak perempuan yang masih dibawah umur ini yang nekat mencuri beberapa barang dan tertangkap tangan karyawan tokoh Alfamidi.

Kejadian tersebut terjadi pada, Jumat (16/1) malam sekira pukul 19.00 Wita. Bermula dari kecurigaan kasir tokoh yang sedang bertugas dan melihat gerak gerik meraka yang mondar mandir dalam tokoh.

Sesekali keduanya menanyakan harga barang pada kasir yang sedari awal telah memantau mereka. Tak berapa lama kemudian keduanya yang masih berumur 13 tahun keluar dari dalam tokoh dan langsung dikejar sang kasir.

Berada tak jauh dari halaman parkiran tokoh, mereka didapati oleh kasir yang sempat tersulut emosi yang kesal atas perbuatan mereka. Setelah digeledah ditemukan beberapa barang seperti shampo, handbody, pencuci muka, vitamin rambut dan pewarna rambut dari dalam kantong celana mereka.

Baca Juga :  Aksi Pencurian Motor Diparkiran Kampus Unismuh Luwuk Terekam Kamera “CCTV” Pelaku Bawa Kabur Motor Curian Tanpa Dosa

Keduanya pun langsung di bawa masuk kembali kedalam toko dan di interogasi oleh pihak kepala tokoh dan kasir. Pengakuan mereka nekat mencuri karena tak punya uang membeli barang yang mereka ambil senilai Rp 250 ribu.

Alasan lain melihat teman – teman mereka memiliki barang seperti itu dan juga melihat dari sosial media hingga nekat mencuri. Keduanya mengaku perbuatan ini yang kedua kalinya dan berujung tertangkap tangan kasir tokoh. 

Baca Juga :  Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Helmi Kwarta : Anak Muda Luwuk Banggai Cerdas dan Berkelas

Mereka mengaku tidak ada yang menyuruh, melainkan nekat mencuri barang barang yang mereka ambil hanya untuk digunakan sendiri. Dari keduanya, satunya masih duduk di bangku SMP Kelas 2 dan satunya lagi sudah tidak bersekolah setelah tamat SD dengan alasan tidak mampu membeli seragam sekolah (SMP).

Saat ditanya masih ingin bersekolah dengan polosnya ia mengaku masih suka sekolah cuma tak mampu membeli seragam yang membuat tertegun mendengar pengakuan itu.

Atas kejadian ini pihak tokoh mengundang orang tua mereka dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan itu.*

(zuma)

error: Content is protected !!