BANGGAI — Seluruh pimpinan teknis pertambangan se Sulawesi Tengah tergabung dalam Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) akan melaksanakan kongres atau pertemuan besar di Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kongres ke II FKTT mengusung tema “Kontribusi Sektor Pertambangan Terhadap Pembangunan Inklusif di Sulawesi Tengah melalui Penguatan Peran Kepala Teknik Tambang”. Agenda tersebut berdasarkan jadwal kongres dihelat pada minggu pertama Ahad 3 Mei 2026 di Ballrom Best Western Plus Coco, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kongres ini akan mempertemukan seluruh pimpinan teknis pertambangan yang ada di Sulteng dan ini menjadi katalisator bagi kemajuan industri ekstraktif yang lebih bertanggung jawab diwilayah tersebut.
Yang terpenting kongres ini menjadi sebuah momentum konsolidasi serta komitmen bersama dalam tata kelola industri pertambangan yang jauh lebih kedepan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKTT Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Jefriady, ST, mengatakan kongres ini merupakan tonggak penting bagi penguatan internal organisasi.
Agenda ini kata dia bukan hanya sekadar pertemuan rutin melainkan wadah strategis untuk menyatukan visi. “Ini adalah momentum kita untuk konsolidasi, menyamakan persepsi, dan memperkuat komitmen,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT), kita adalah garda terdepan keselamatan tambang dan penanggung jawab utama kepatuhan terhadap kaidah teknik serta regulasi lingkungan. Ia berharap forum ini dapat melahirkan rekomendasi nyata agar industri tambang di Sulawesi Tengah menjadi lebih selamat, produktif, dan berkelanjutan melalui kepemimpinan kolektif yang solid.
Sementara itu Ketua Panitia Kongres II, Muh Najmi Alramadhan mengapresiasi pertemuan besar ini yang menghadirkan pimpinan teknis pertambangan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah tergabung dalam Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT).
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Koninis Fajar Mineral (KFM) Najmi Alramadhan juga mengapresiasi kepercayaan forum yang mendaulat dirinya sebagai ketua panitia kongres untuk mengawal dan mensukseskan agenda pertemuan besar tersebut.
Najmi menekankan pentingnya kehadiran para KTT untuk merespons dinamika industri yang terus berubah. Pria dengan segudang pengalaman yang berhasil membawa tata kelola sektor pertambangan dalam lingkup PT KFM, menurutnya bahwa daerah ini (Sulteng) kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).
Lewat forum ini kami mendorong lahirnya gagasan baru terhadap perubahan yang terjadi di dunia pertambangan. “Kami ingin memastikan sektor pertambangan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan inklusif di daerah,” harapnya.
Informasinya acara kongres akan dimulai pada pukul 13.00 Wita sampai dengan selesai. Panitia kongres mengimbau seluruh Kepala Teknik Tambang (KTT) di Sulteng untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam menentukan arah masa depan pertambangan berlandaskan empat pilar utama :
1. Aman: Mengutamakan keselamatan.
2. Profesional: Bekerja dengan kompetensi.
3. Berkelanjutan: Menjaga lingkungan untuk masa depan.
4. Berkontribusi: Bersama membangun daerah.
Sambungnya dengan semangat kebersamaan ini, Kongres Ke-II FKTT diharapkan menjadi titik balik penguatan peran strategis KTT dalam menjaga keseimbangan antara operasional tambang, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.*
(zuma)














