BANGGAI — PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk melaksanakan kegiatan (top dril) yang merupakan agenda rutin tahunan bersama stakeholder terkait.
Top dril sendiri merupakan latihan kesiapan menghadapi risiko kecelakaan dalam sebuah simulasi tindakan penanganan penyelematan kondisi darurat yang terjadi dalam kapal.
Top dril sendiri untuk wilayah kerja PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk dipusatkan di Pelabuhan ASDP Pagimana, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sabtu, (27/6).
Pihak ASDP Pagimana melalui Supervisor Pelabuhan Arif mengatakan (top dril) tahun ini mengusung tema Terjadi Kebakaran Didalam Kapal.
Rangkaian kegiatan (top dril) sendiri dibuka langsung General Manager (GM) PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk Agus Djoko. Hadir para jajaran PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk antaranya Muchammad Achsin Rofiq Departmen Head Bisnis dan Operasional Cabang Luwuk, Manager Operasional Bisnis Pelayaran dan Pelabuhan Cabang Luwuk, Supervisor Bisnis dan Operasional Cabang Luwuk Arif Fauzy, Supervisor ASDP Pelabuhan Pagimana, Syahbandar Pagimana, Basarnas, Polsek Pagimana, BPPD, Karantina dan Tim Kesehatan.

Top Dril
Penanganan kedaruratan dimulai dari sebuah simulasi saat kapal penumpang mengalami kebakaran yang sangat hebat. Kobaran api yang terus membesar dan gagal dipadamkan dalam situasi darurat itu peran pihak kapal melakukan penyelematan penumpang.
Kapten kapal memerintahkan Perwira dan Anak Buah Kapal (ABK) untuk segera mengevakuasi penumpang meninggalkan kapal dengan peringatan segera meloncat ke laut menyelematkan diri menjauh dari kapal terbakar. Dalam kondisi itu Syahbadar dan Basarnas melakukan penyelamatan menuju titik kejadian menyelamatkan penumpang yang sebelumya menerima informasi dari tim yang ada didarat.
Para korban berhasil diselamatkan dan mendapat penanganan oleh tim kesehatan. Termasuk tindakan lanjut bagi korban cidera saat peristiwa terjadi dilarikan ke Rumah Sakit menggunakan unit ambulance. “Untuk penumpang yang cidera ditangani tim kesehatan dan dibawah menggunakan ambulance ke rumah sakit,” ujarnya.
Sambung Arif menjelaskan bahwa inilah gambaran top dril tindakan penyelamatan penumpang dalam kondisi darurat saat terjadi kebakaran kapal kata dia. Olehnya para awak kapal terus siaga dari ancaman risiko kecelakaan dan juga stakeholder berwenang dapat mengamankan dan terarah bila terjadi hal – hal yang tidak di inginkan diwilayah kapal dan perairan.
“Kegiatan top dril ini merupakan agenda wajib tahunan PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry di seluruh cabang se – Indonesia sebagai penanggung jawab adalah General Manager,” jelasnya.

Sebelumya Departmen Head Bisnis dan Operasional Cabang Luwuk Rofiq dan Depertmen Operasional Bisnis Pelayaran dan Pelabuhan Cabang Luwuk Johan diruang kerjanya sehari sebelum kegiatan, Jumat (26/6) mengatakan ini adalah agenda tahunan PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry wilayah pusat dan kegiatannya di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah kerja Cabang Luwuk memusatkan di Pagimana dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di atas kapal (KMP Moinit) yang terjadwal dari PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry wilayah pusat.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh stakeholder seperti Basarnas, Syahbadar, TNI – Polri, Tim Kesehatan yang masing masing memberikan penanganan sesuai domain instansi mereka kata dia.
Sambung Rofiq menjelaskan hal ini sangat penting karena mengenai tindakan penanganan risiko kecelakaan misalnya terjadi kebakaran kapal, orang jatuh ke laut. Untuk menguji kesiapan awal kapal dan instansi terkait ketika terjadi kondisi darurat.
Lebih lanjut kalau di lingkungan PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry ada istilahnya KL4 (Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan).Dan juga kata pria yang sebelumya pernah tugas di Pelabuhan Merak, kegiatan ini juga bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan tersebut akan dibuka langsung General Manager (GM) PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk Agus Djoko, “Dan untuk kegiatan hanya satu hari saja,” tutupnya.*adv
(zuma)














