BANGGAI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banggai menerima kunjungan kerja (kunker) dan silaturahmi jajaran DPRD Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan.
Kedatangan DPRD Kabupaten Maros diterima langsung Ketua dan Unsur Pimpinan bersama para Ketua Komisi DPRD Kabupaten Banggai. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Banggai dipimpin Ketua Komisi II Irwanto Kulap didampingi Ketua Komisi I Lisa Sundari.
Dalam sambutan Ketua Komisi II DRPD Banggai Irwanto Kulap mengucapkan selamat datang rekan – rekan jajaran DPRD Kabupaten Maros di wilayah Kabupaten Banggai yang merupakan wilayah paling ujung di timur sulawesi,” ujar Irwanto Kulap.
Sambung Irwanto Kulap mengatakan bahwa ini sebuah kehormatan bagi kami DPRD Kabupaten Banggai atas kedatangan DPRD Kabupaten Maros dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Banggai dan silaturahmi bersama kami DPRD Banggai kata dia. “Mudah – mudah pertemuan ini dapat membawa dampak positif bagi kita baik DPRD Kabupaten Banggai maupun DPRD Kabupaten Maros,” ucapnya.
Irwanto menjelaskan tentang profil DPRD Kabupaten Banggai terdiri sebanyak 35 orang anggota DPRD Banggai, 3 unsur pimpinan dan 3 komisi serta 6 fraksi. Sementara partai yang lolos pada Pemilu tahun 2024 sebanyak 8 partai politik (parpol).
Lanjut Irwanto Kulap mengurai profil tentang Kabupaten Banggai, “Mungkin kemarin sudah didengarkan terkait geografi dan demografi dari Bupati Banggai (eksekutif),” ujarnya. Tapi kami dari DPRD Banggai ingin menyampaikan bahwa luas wilayah Kabupaten Banggai sebelum ada perubahan itu seluas 9,6 ribu kilometer bujur sangkar dengan luas laut 20 ribu kilometer bujur sangkar.
Dan kemudian panjang garis pantai kita terbilang mungkin yang terpanjang di Sulawesi Tengah dengan panjang 613 kilometer kemudian potensi kita yang ada pertama Minyak dan Gas (Migas) yang kita kenal dengan Donggi Senoro yang sudah beroperasi dari Pertambangan Galian B Nikel dan Emas.
Dan sektor perikanan yang merupakan sumber pendapatan masyarakat kita dan sektor pertanian kita memiliki lahan sawah kurang lebih 25 ribu hektar. Yang kemudian kalau kita masukan kedalam LDTL sekitar 25 ribu pertahun potensi produksi beras kita.
Dan sektor perkebunan kita punya sumber lainya seperti sawit dan punya tiga perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banggai. Kemudian kita punya kelapa dalam yang merupakan sebuah potensi karunia sang pencipta. Terkait keuangan kami dalam pendapatan tahun anggaran 2026 secara keseluruhan dalam APBD yang telah kita tetapkan dalam APBD sebanyak Rp 2,7 triliun.*
(zuma)














