BANGGAI — Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 menjadi momentum bagi seluruh insan perhubungan untuk kembali memperkuat komitmen dalam mewujudkan transportasi yang selamat, aman, tertib, dan berkesinambungan, khususnya pada sektor transportasi laut.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bunta menegaskan bahwa keselamatan pelayaran bukan sekadar pemenuhan terhadap ketentuan administratif, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang menyangkut keselamatan jiwa manusia.
“Momentum Harhubnas tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Setiap kapal yang berlayar membawa amanah keselamatan penumpang, awak kapal, muatan, serta lingkungan maritim,” ujar Kepala Kantor UPP Bunta, Kamis (17/9).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul musibah KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa yang terjadi pada Minggu 13 September 2026. Kapal tersebut mengalami kondisi miring (listing) dan kemudian terbalik dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Berdasarkan laporan yang tersedia hingga Selasa 15 September, proses pencarian dan pertolongan masih berlangsung, sementara KNKT juga melakukan pengumpulan data dan keterangan untuk kepentingan investigasi.
Menurut Kepala UPP Bunta, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus terus diperkuat melalui kesiapan kapal, kompetensi awak kapal, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, pemantauan kondisi cuaca dan gelombang, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat. Sambungnya kita tidak boleh menunggu terjadinya kecelakaan untuk kemudian meningkatkan kewaspadaan kita dia.
Pencegahan harus dilakukan sejak sebelum kapal berangkat, selama kapal berlayar, hingga kapal tiba dengan selamat di pelabuhan tujuan. “Ini menjadi komitmen kami di UPP Bunta,” tegasnya.

Imran menambahkan, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah Sulawesi Tengah, UPP Bunta akan terus memperkuat fungsi keselamatan dan pengawasan pelayaran, termasuk koordinasi dengan nakhoda, agen pelayaran, operator kapal, pengguna jasa, serta stakeholder terkait.
“Harhubnas bukan hanya seremoni. Ini adalah momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat pelayanan transportasi yang berorientasi pada keselamatan. Kami mengajak seluruh stakeholder pelayaran di Pelabuhan Bunta untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan,” terangnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada para korban serta keluarga korban musibah KM Virgo Transport 8, seraya berharap proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan dengan baik. “Atas nama keluarga besar Kantor UPP Bunta, kami menyampaikan duka cita yang mendalam pada korban dan keluarga korban KM Virgo Transport 8 dan semoga seluruh proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban diberikan kelancaran,” ungkapnya.
Musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk semakin memperkuat budaya keselamatan pelayaran di Indonesia. Menutup keterangannya dalam momentum Harhubnas 2026, Kepala UPP Bunta menyampaikan bahwa keselamatan adalah investasi dan tanggung jawab bersama.
“Selamat Hari Perhubungan Nasional 2026, Menghubungkan Indonesia Untuk Masa Depan Lebih Maju”.
Mari kita jadikan transportasi laut semakin selamat, aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Keselamatan bukan pilihan, tetapi kewajiban kita bersama.” tutupnya.(*)
(zuma)













