BANGGAI,DIKTENEWS.COM – Hadirnya perusahaan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) telah membawa perubahan besar pada sektor pertanian di Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Manfaat Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Donggi Matindok Field sangat dirasakan dan menyentuh kebutuhan para petani jagung warga Desa Kayowa yang mayoritas adalah masyarakat petani.
Kehidupan petani yang awalnya hanya mengandalkan cara bercocok tanam dengan segala keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang ada, kini berubah drastis dan menjadi petani unggul serta berdaya saing.
Semua perubahan yang dirasakan para petani bermula dari sekolah lapang yang lokasinya berjarak kurang lebih 1 kilometer dari poros utama Jalan Transsulawesi, Kecamatan Batui Selatan, atau berada di areal perkebunan warga yang tak jauh dari industri PT Pertamina EP DMF.
Sebuah pondok berbahan kayu berukuran panjang kurang 6 meter dan lebar 4 meter beratapkan seng, tempat ini kerap dijadikan Sekolah Lapang Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP DMF.
Dari tempat inilah warga petani jagung mendapatkan bimbingan dan pengetahuan tentang cara bertani jagung secara inklusif dan komperhensif yang terus konsisten dilakukan Tim PPM PT Pertamina EP DMF.
Tidak hanya cukup memberikan pengetahuan secara spesifik tentang bertani jagung yang baik. Dari sekolah lapang juga para petani terlihat berdiskusi berbagai hal dalam meningkatkan kemajuan pertanian dan saling bertukar pikiran soal pertanian sehingga tercipta komunikasi dua arah antara petani dan Tim PPM dalam mewujudkan sektor pertanian berkelanjutan.
Dari tempat itupula banyak pemahaman dan pengetahuan sektor pertanian yang telah terbukti mendorong kapasitas petani dalam meningkatkan produksi hasil panen dan pertumbuhan ekonomi petani yang semakin membaik.
Dalam kesempatan media visit belum lama ini, Jumat 2 Oktober 2026, sejumlah wartawan lokal kabupaten banggai baik media cetak maupun online berbaur bersama puluhan warga petani jagung Desa Kayowa mendengarkan penjelasan dan paparan teknis seputar pertanian jagung di Sekolah Lapang Bioferdom Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat PT Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Penjelasan yang disampaikan mengenai bioferdom secara teknis menggambarkan tentang bagaimana tata cara pemupukan bioferdom dan apa saja yang harus disiapkan dan seperti apa bioferdom guna mencegah terjadinya pembusukan batang pada tanaman jagung.

Mikoriza Sahabat Akar Tanaman Lebih Kuat
Melalui Sekolah Lapang “Bioferdom” Muh Rasyid Tim (PPM) menjelaskan tentang pemupukan bioferdom pada petani jagung untuk mendapatkan hasil tanaman yang baik dan berkualitas terlebih ditengah kemarau panjang menghindari risiko tanaman tumbuh kurang subur dan busuk batang.
Dijelaskan Muh Syair Tim (PPM) PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) pada petani dan sejumlah wartawan (media visit), bahwasanya tanaman tumbuh kurang subur dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, “Seperti kondisi tanah, air, akar, unsur hara dan pengelolaan budidaya,” ujarnya.
Olehnya para petani harus dapat memahami hal itu kata dia. Dengan mengenal apa itu Mikoriza ? Dijelaskan mikoriza adalah hubungan simbiosis antara jamur tertentu dengan akar tanaman. “Jadi Mikoriza bukan sekedar pupuk, tapi mitra dari hidup akar,” jelasnya.
Mikoriza pada tanaman menyediakan karbon atau hasil fotosintesis untuk jamur. Dan jamur membantu memperluas area eksplorasi tanah dan meningkatkan akses tanaman terhadap air dan unsur hara tertentu.
Yang terpenting adalah bagaimana mikoriza itu bekerja dalam tanah. Hifa mikoriza dapat menjangkau ruang tanah yang berada diluar jangkauan akar dan membantu proses pengambilan sumber daya yang dibutuhkan tanaman. Lanjutnya terdapat beberapa mikoriza, “Yang paling umum adalah mikoriza arbuskula (AM) dan ektomikoriza (ECM),” tuturnya.
Sambungnya fosfor dapat sulit bergerak didalam tanah. Olehnya intervensi hifa mikoriza membantu memperluas area eksplorasi tanah sehingga dapat meningkatkan akses tanaman terhadap fosfor dan beberapa unsur lain. Manfaat mikoriza sendiri dapat membantu tanaman jagung lebih kuat, efisien, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang menantang. “Membantu penyerapan fosfor dan unsur hara tertentu, memperluas eksplorasi tanah melalui hifa mikoriza, membantu tanaman menghadapi kondisi kekeringan dan cekaman air dan berpotensi membantu efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Ia menjelaskan tentang cara penggunaan mikoriza. Pertama benih inokulan diaplikasikan sesuai petunjuk produk, kedua lubang tanam inokulan ditempatkan sedekat mungkin dengan zona akar sesuai petunjuk dan ketiga bibit atau akar diaplikasikan pada zona akar sesuai jenis produk. Untuk memudahkan penjelasan penggunaan mikoriza, dilakukan langsung praktek lapangan disebuah tempat yang kerap digunana mengaplikasikan tata cara pembibitan yang berada di lokasi sekolah lapang.
Tempat prakter tersebut berdekatan hanya beberapa meter dari pondok sekolah lapang. Proses penggunaan mikoriza pun dilakukan dengan beberapa bahan sederhana yang mudah didapatkan petani seperti nasi, air danau dan beberapa bahan dapur yang semuanya diaplikasikan sesuai kebutuhan dengan menyiapkan lubang sebagai langkah penggunaan dari mikoriza tadi. pembibitan yang hanya berjarak beberapa meter dari pondok sekolah lapang tadi.
Yang terpenting adalah bagaimana mikoriza menjadi bagian dari sistem pertanian ? Mikoriza bukan hanya ada di tanah, tetapi bisa diintegrasikan kedalam praktik pertanian jagung, dari lahan hingga panen. Dengan langkah mempersiapkan lahan dan inokulasi dimana mikoriza diaplikasikan pada benih sebagai pupuk dasar atau langsung ke tanah, pertumbuhan akar dan kolonisasi hifa mikoriza mulai berkembang dan mengkolonisasi akar tanaman jagung, jaringan hifa menjelajah tanah memperluas jangkauan akar mengakses air dan unsur hara diareal yang lebih luas, tanaman tumbuh sehat lebih efisien menyerap nutrisi lebih tahan stres dan pertumbuhan lebih optimal.
Dengan begitu hasil panen meningkat dengan dukungan mikoriza yang berdampak peningkatan produksi jagung meningkat dengan kualitas hasil yang lebih baik. Adapun manfaat utama penggunaan mikoriza adalah meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperbaiki penyerapan hara, meningkatkan efisiensi air, meningkatkan tahanan terhadap stres, memperbaiki struktur tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan, “Dengan pengelolaan yang tepat mikoriza mendukung tanaman sepanjang siklus pertanian,” tutupnya.(*)
Laporan : Zulkifly Mangantjo













