Bunta.DikteNews.Com – Terkendala dokumen Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) lima kapal pengangkut material tanah nikel milik PT. Aneka Nusantara Internasional (PT.ANI) belum bisa berangkat dari perairan Laut Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Masing masing TB (tugbout) Armada Trans VI/BG Perkasa berkapasitas 13.500 MT, Armada Trans/BG Indo Tangguh berkapasitas 13.500 MT, TB Syukur 51/BG Syukur 57 berkapasitas 7.500 MT, TB Abba 01/BG Abba 330 berkapasitas 10.000 MT dan TB Singa Laju/BG Singa Laut 9.000 MT.
Keseluruhan kapal terlihat masih berada diperairan laut Bunta hingga saat ini Selasa (25/1). Kepala Syahbandar Bunta Dean Granovic di konfirmasi awak media ini, membenarkan hal tersebut.
“Bukan kami yang tahan pak. Akan tetapi ijin dari ESDM yang belum keluar,” tulisnya di pesan Whatsaap.
Sambung Dean Granovic menyarankan untuk koordinasi dengan Kementrian Energi Dan Sumber Daya Manusia (ESDM). Kembali di tanya tujuan kapal akan kemana, dirinya mengaku belum mengetahuinya.
“Belum tau itu bang. PT ANI yang tau, karena belum bermohon,” terangnya.
Ia menambahkan, kapal tersebut kurang lebih seminggu masih terparkir. Terpisah pihak perusahaan PT. ANI di konfirmasi melalui nomor handphone 08111080xxx siang tadi, belum tersambung.
Upaya konfirmasi terus dilakukan melalui Short Message Servis (SMS) dan pesan Whatsaap, namun belum juga ada jawaban. Begitu juga panggilan berdering di nomor whatsaap dan telepon biasa belum berhasil tersambung.
Hingga nomor whatsaap awak media ini diblokir oleh pemilik nomor 08111080xxx yang belum juga memberikan tanggapan atas konfirmasi.
Hingga malam tadi Selasa, 25 Januari 2022, konfirmasi ke nomor yang sama kembali melalui sambungan telepon biasa dan tersambung. Kuncoro Kepala Teknik Tambang (KTT) tak menampik kapal belum berangkat karena kendala RKAB.
Namun begitu kami sudah melengkapi dokumen RKAB Tahun 2022, yang di ajukan bulan November – Desember 2021, “Intinya RKAB itu sesuai arahan pemerintah, yang sudah kami ajukan, kita proses, sudah di lakukan perbaikan perbaikan tinggal menunggu hasilnya saja,” jelasnya.
Jadi kita semua baik – baik saja dan tidak ada masalah. Dirinya juga menjelaskan terkait pemblokiran nomor whatsaap awak media saat dihubungi siang tadi, diakuinya sedang dalam perjalanan dan juga belum mengetahui siapa, agar tidak mengganggu, “Biar gak ganggu saya blokir dulu, karena banyak nomor yang masuk ke WA saya, (mohon maaf) gak jelas gitu. Nanti tak buka blokirnya gak ada masalah,” ucapnya.
Kembali di jelaskan, saat ini dirinya masih sebagai KTT yang memperbaiki dokumen RKAB, tapi sekarang saya sedang mengajukan untuk di ganti, nanti saya tinggal di Jakarta sebagai adveiser, “Sekarang sudah ada yang ganti dan ada di lapangan. Karena KTT harus di lapangan,” pungkasnya.*
(zl)