banner 728x250

Cegah Stunting, Bupati Minta Dinas Terkait Maksimalkan Program Ayah Dan Ibu Asuh

banner 120x600

LUWUK — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan, bahkan sejak manusia masih berada di dalam kandungan.

Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten di Hotel Swiss Belinn, Kelurahan Maahas, Jumat (10/6), Pemkab Banggai meluncurkan aplikasi “Ambulans Dering Ibu Hamil “, untuk mencegah kematian pada ibu hamil dan memastikan bayi dalam kandungan aman hingga persalinan.

Peluncuran aplikasi, ditandai secara simbolis dengan pengguntingan pita di depan sebuah mobil ambulans bertuliskan “Ambulans Dering”. Informasinya aplikasi Online “Ambulans Dering Ibu Hamil” memenangkan Inovasi Open Government Partnership (OGP) Tingkat Asia Pasific Tahun 2022

Penghargaan itu diterima Bupati Banggai pada OGP SUMMIT di Seoul Korea Selatan pada bulan Desember 2022, tapi terhambat karena masih maraknya Pandemi Covid-19 di dunia.

Angka kematian Ibu di Kabupaten Banggai, menurut penjelasan dr.Yustianty Monoarfa,SP,M.Kes yang menyampaikan pengantar sebelum acara peluncuran, mengalami peningkatan dari 71/100.000 di tahun 2019 menjadi 263/100.000

Baca Juga :  Pemda Banggai Dukung Penuh Kurikulum Merdeka Belajar

Angka itu disebabkan karena pelayanan kesehatan ibu hamil tidak dapat dilakukan secara maksimal akibat pembatasan kegiatan di Posyandu dan kunjungan rumah akibat pandemi Covid-19.

Dimana ibu hamil, kata dr. Yustianty belum terdata dan termonitor secara real time, mana yang termasuk resiko rendah, sedang atau tinggi. Oleh karena itu, aplikasi online “ambulans dering ibu hamil” menjadi tool penting untuk mengumpulkan informasi pencapaian SPM ibu hamil secara online oleh tenaga kesehatan di desa, puskesmas dan kabupaten.

“Sehingga dapat memudahkan dalam hal identifikasi, pencatatan, pelaporan dan evaluasi pada setiap kehamilan ibu di Kabupaten Banggai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan sistem yang memadai,” jelasnya.

Bupati Banggai dalam sambutanya mengatakan, adanya aplikasi itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam melakukan pelayanan publik.

Ia juga kembali mengingatkan bahwa menurunkan angka stunting bukan cuma tanggung jawab tenaga kesehatan semata, tetapi seluruh masyarakat termasuk seluruh jajaran perangkat daerah yang ada di Banggai sesuai tanggung jawab dan tugasnya masing – masing.

Baca Juga :  Virtual Zoom Meeting Bersama Bupati Banggai, Presiden Jokowi Widodo : Penularan Varian Omicorn 4 Kali Lebih Cepat Dari Varian Delta

“Ada 55 desa yang banyak keluarga kurang gizi dimana anak-anaknya berpotensi stunting, tolong dinas terkait untuk memaksimalkan program ayah dan ibu asu. Begitu pun saya (Bupati), wabup, sekda, asisten, staf ahli dan semua kepala OPD di libatkan dalam program tersebut” tandasnya.*

(zl/*)

error: Content is protected !!