Namun untuk pengadaan tahun 2023 kata dia, karena belum terlabel dan belum di periksa jadi kami belum berani pinjamkan, “Kalau kami pinjamkam nanti saya yang kena,” ucapnya. Nanti kalau sudah selesai pemeriksaan pasti kami pinjamkan kalau warga membutuhkan.
Sambungnya karena di pikir saya terlalu disiplin jadi mungkin ada oknum yang sengaja mencari celah saya, lalu memprovokasi dan viral ke publik sampai melakukan pemalangan kantor, “Kalau saya keberatan,” sebutnya.
Tidak hanya itu, kata dia, bahkan ada oknum sengaja menghembuskan bahasa, kalau saya (Lurah) tidak ada yang bisa gantikan, “Demi allah saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Dan kalau saya tau orangnya saya pidanakan,” tegasnya.
Saat ini palang yang menyegel pintu masuk Kantor Lurah Tanjung Tuwis sudah di buka kembali, setelah kami berikan penjelasan dan pemahaman pada mereka.”Jadi ini hanya salah paham saja,” ujarnya.
Sementara itu tokoh masyarakat setempat Laiji Panari yang saat itu bersama Lurah Indriani Mile, membenarkan bahwa kejadian ini hanya salah paham saja. Laiji mengaku sebagai pensiunan ASN dirinya paham dan mengerti soal aset yang harus di label dan di periksa lebih dulu sebelum digunakan atau dipinjamkan pada warga.
Jangan sampai ada permainan bawah tanah sengaja di lakukan oknum hingga sampai pada Bupati Banggai untuk menjatuhkan kepemimpinan Lurah Indriani Mile. “Karena saya tau lurah tidak seperti itu. Ini mungkin ada oknum sengaja menjatuhkan kepemimpinanya,” ucapnya.
Dan dengan cepat, kami sudah menyelesaikan masalah tersebut melakukan pertemuan di kantor kelurahan, segel palang kayu memalangi pintu masuk kantor kelurahan sudah dibuka kembali, “Jadi masalahnya sudah selesai,” tutupnya.*
(zl)