Info Kecamatan

Penjual Ikan Pasar Bunta Keluhkan Bau Menyengat, Hingga Kontroversi Wacana Relokasi Pasar Ikan

Zulkifly Mangantjo
104
×

Penjual Ikan Pasar Bunta Keluhkan Bau Menyengat, Hingga Kontroversi Wacana Relokasi Pasar Ikan

Sebarkan artikel ini
Pasar Ikan
Ilustrasi pasar ikan. (foto/net)

Kontroversi Relokasi

Terkait pasar ikan tadi, dimana sejak tahun 2023 mengemuka wacana relokasi pasar ikan yang kabarnya akan di pindahkan ke kawasan Dolango, yang letaknya berada di sekitar kawasan wisata Pantai Dolango, Kelurahan Bunta I, Kecamatan Bunta.

Hal inipun menuai tanya dari sejumlah kalangan masyarakat. Menurut warga apa urgensinya harus relokasi. Tentu kalau menjawab soal dampak, apakah tidak ada cara lain seperti di tingkatkan tanpa adanya relokasi.

“Jangan sampai relokasi ini hanya untuk kepentingan tertentu saja,” ujar warga. 

Saran warga pun beragam, antaranya menyarankan peningkatan sarana prasarana los pasar ikan yang sudah bertahun tahun ada, kemudian di tingkatkan dengan melakukan penataan kembali seperti pembuangan atau wadah limbah yang ramah lingkungan.

Ini juga tentu akan berpengaruh khusunya dari sisi anggaran, yang akan jauh lebih hemat adanya efisiensi milyaran rupiah anggaran APBD kalau seumpama di tingkatkan ketimbang membuat bangunan baru relokasi.

Selain hemat dari sisi penganggaran, para pengunjung pasar akan lebih terbantu seperti sebelumnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok, misal membeli ikan di satu tempat yang sama dengan kebutuhan yang lain.

Baca Juga :  Belum Adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Bunta, Sungai dan Pesisir Pantai Jadi Sasaran Hingga Muncul Tempat Sampah Liar

Kalau pasar ikan di relokasi tentu akan ada tambahan operasional bagi emak emak yang berbelanja kebutuhan. Mereka harus mengunjungi dua tempat. Setelah membeli kebutuhan pokok misal sembako, kemudian membeli ikan harus ke Dolango berjarak kurang lebih 700 Meter dari pasar Sentral Bunta.

Beban operasional akan terasa juga pada penjual ikan di dominasi warga Muara. Sebelumnya mungkin mereka menempuh berjalan kaki melewati jalan pemukiman membawa hasil tangkapan ikan ke pasar Bunta yang letaknya hanya dibatasi rumah rumah warga.

Dampak lainya juga melihat kondisi secara geografis wilayah Dolango adalah sebuah pemukiman penduduk, terdapat juga potensi wisata dominan dengan wisata kuliner yang menjadi harapan kawasan itu dapat di tingkatkan menjadi wisata yang lebih modern yang dapat berimbas pada PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Di kawasan itu selain terdapat beberapa rumah makan dengan sajian panorama alam yang indah terdapat pula penginapan berkonstruksi kayu bak home stay milik warga setempat yang konsisten menjadikan Dolango sebagai objek wisata karena lokasinya strategis ada dalam pusat Kota Bunta yang mungkin tidak dimiliki kecamatan lain.

Baca Juga :  Kepedulian Pemda Banggai dan Anggota Tim PID Kejari Banggai Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pekan Ini Pasar Murah Menyasar Warga Bunta

Tentu potensi ini menjadi kebanggaan warga Bunta khususnya. Pantai Dolango dengan alam yang terbuka dibatasi pesisir pantai terlihat sebuah pulau atau warga setempat menyebut (pulau paniki-red).

Kalau pun pasar ikan relokasi ke Dolango, bukan tidak mungkin dampak yang akan di timbulkan baik lewat udara dan limba mengendap, akan menjadi sebuah problem dengan tingkat pencemaran yang sangat kompleks di kemudian hari.

Olehnya warga berharap perlu adanya pertimbangan matang dan perencanaan yang lebih konsep dari berbagai aspek sebelum wacana relokasi akan di lakukan, “Karena dampak yang di timbulkan di kemudian hari akan di rasakan oleh semua orang dan bisa berdampak pula pada kehidupan sosial masyarakat,” tutup warga.*

(zuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!