Info Kecamatan

Belum Adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Bunta, Sungai dan Pesisir Pantai Jadi Sasaran Hingga Muncul Tempat Sampah Liar

Zulkifly Mangantjo
195
×

Belum Adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Bunta, Sungai dan Pesisir Pantai Jadi Sasaran Hingga Muncul Tempat Sampah Liar

Sebarkan artikel ini
Sampah
Ilustrasi sampah. (foto/net)

BANGGAI — Belum adanya tempat pembuangan sampah akhir masih menjadi persoalan yang perlu solusi kongkrit di wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai.

Pantauan media ini, Ahad (21/4/2024), hampir setiap harinya produksi sampah terus meningkat tapi tidak berbanding lurus dengan fasilitas serta sarana dan prasarana sampah sebagai faktor penunjang kebersihan kota.

Belum adanya tempat pembuangan sampah akhir dan fasilitas tempat sampah tersedia, tak ayal sungai bahkan pesisir pantai menjadi sasaran pembuangan sampah dan bermunculan tempat tempat sampah liar di permukiman.

Pemandangan ini justru bukan menyelesaikan persoalan sampah, tapi hanya menambah rentetan persoalan baru soal sampah karena di buang sembarangan yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan juga sumber penyakit.

Baca Juga :  Irwanto Kulap Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Lewat Dana Pokir Berbagai Sektor Usaha

Faktor kesadaran warga juga sangat penting untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ada juga warga yang mengaku terpaksa membakar sampah karena bingung mau di buang kemana, “Lokasi pembuangan sampah tidak ada, jadi di bakar saja, tapi kalau begini terus repot juga, harusnya ada fasilitas pembuangan sampah,” ujar warga.

Bicara soal sampah tentu adalah hal mendasar di semua kota dan daerah termasuk di wilayah Kecamatan Bunta. Setidaknya fasilitas dan sarana prasarana serta pembuangan sampah akhir harus tersedia dengan baik.

Baca Juga :  Cakades Aco Banjir Dukungan Prediksi Warga Rajai Pilkades Bella

Karena hampir setiap harinya produksi sampah terbilang terus meningkat, baik sampah rumah tangga maupun sampah produksi dari tempat usaha. Dimana Kota Bunta juga terdapat beberapa tokoh modern dengan layanan 1×24 jam dan berbagai tempat usaha produktif serta tokoh yang sudah barang tentu akan menghasilkan sampah dalam jumlah banyak.

Dengan banyaknya sampah yang di hasilkan setiap harinya, di sisi lain menandakan bahwa kota itu berkembang. Namun dalam perkembangannya harus pula ada solusi kongrit mengatasi permasalahan sampah.*

(zuma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!