Peristiwa

Peristiwa Sentral Timur Jelang PSU Upaya Pelintir Para Pihak

Zulkifly Mangantjo
5
×

Peristiwa Sentral Timur Jelang PSU Upaya Pelintir Para Pihak

Sebarkan artikel ini
Aleg
Aleg DPR RI Beniyanto Tamoreka

BANGGAI — Beredar pemberitaan sejumlah media mengenai keterlibatan Ir. H. Beniyanto Tamoreka dalam insiden Desa Sentral Sari, Kecamatan Toili adalah upaya pelintir para pihak.

Sehubungan dengan pemberitaan beredar tersebut mengenai keterlibatan Ir. H. Beniyanto Tamoreka (Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Sulawesi Tengah) dalam tindakan intimidasi atau persekusi menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Banggai pada 5 April lalu.

“kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” ujar melalui tim media center Ir. H. Beniyanto Tamoreka.

Kehadiranya di lokasi kejadian bermaksud untuk mendamaikan dan melerai massa yang telah berkumpul di salah satu rumah warga di Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili.

Fakta yang sebenarnya adalah, sekitar pukul 03.00 Wita Ir. H. Beniyanto Tamoreka yang saat itu berada di Hotel King Ameer, menerima telepon dari seorang warga yang menginformasikan bahwa terjadi pengumpulan massa di Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili.

Baca Juga :  Cuaca Extrim, Lima Nelayan di Temukan Selamat di Nuhon dan Pagimana

Warga menduga rumah tersebut digunakan sebagai tempat untuk distribusi “serangan fajar”, karena di dalam rumah tersebut terdapat seorang anggota DPRD Kabupaten Banggai, Lutfi Samaduri, beserta beberapa warga lainnya diduga bukan berasal dari desa tersebut.

Selain itu, Lutfi Samaduri sendiri adalah anggota DPRD Kabupaten Banggai yang bukan berasal dari dapil tersebut.
Untuk menghindari situasi yang semakin memanas, Ir. H. Beniyanto segera menuju lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar, terlihat jelas bahwa situasi menjadi tegang dengan adanya tarik-menarik massa dan dokumen yang diduga sebagai daftar pemilih tetap (DPT) kecamatan.

Baca Juga :  Sebuah Perahu Nelayan, Keserempet Kapal Tongkang Bermuatan Material Nikel

Untuk menenangkan situasi Beniyanto berusaha melerai massa yang mulai memanas. Beberapa menit setelah itu, Bawaslu Kabupaten Banggai dan anggota Polres Banggai tiba di lokasi kejadian Beniyanto kemudian meminta massa untuk membubarkan diri.

Perlu kami tegaskan bahwa dalam video beredar, Ir. H. Beniyanto Tamoreka tidak melakukan kekerasan apapun, dan tidak ada perintah untuk melakukan kekerasan.

Video yang banyak beredar di media sosial telah dipelintir oleh sejumlah pihak yang tidak sesuai dengan fakta di
lapangan.

“Demikian klarifikasi ini kami buat untuk memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya,” tutup Beniyanto.*

(zuma)

error: Content is protected !!