BANGGAI — Pemerintah Kabupaten Banggai perlu membenahi sektor pariwisata menyusul fenomena over-tourism yang terjadi di Bali.
Dorongan itu datang dari anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka fraksi Golkar asal dapil Sulteng saat menghadiri Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Media Sosial di gelar Dinas Parawisata Kabupaten Banggai di salah satu hotel di Kota Luwuk, Kamis (7/8).
Aleg DPR RI Beniyanto mengatakan bahwa kunjungan wisatawan yang berlebihan (over-tourism) saat ini terjadi di Bali. Dan inilah yang mesti dilihat sebagai peluang bagi daerah-daerah wisata bagian timur Indonesia, khususnya kabupaten banggai.
“Daerah harus mempersiapkan diri, karena ke depan nanti, Pemerintah Bali membatasi kunjungan wisatawan itu hanya 7 juta per tahun. Nah, Bali dan Lombok adalah pintu masuk bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia bagian timur,” ujarnya.
Beniyanto mengakui, persoalan infrastruktur masih menjadi problem umum bagi pariwisata di Indonesia. Padahal sumbangan pariwisata pada negara melalui PNBP (penerimaan negara bukan pajak) terbilang besar.
“Seharusnya, ini digunakan kembali untuk pengembangan infrastruktur pariwisata yang ada,” ucap Beniyanto.
Sementara itu Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili meminta Dinas Pariwisata agar proaktif menjalin komunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan pihak-pihak yang bergerak di sektor pariwisata, membahas problem kepariwisataan di daerah.
“Semoga dengan kunjungan bapak Beniyanto dan pihak dari Kementerian Pariwisata di Luwuk Banggai, kendala-kendala yang dihadapi sektor pariwisata dapat dikonsultasikan,” ujar Wabup
Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata David Christian Tarigan mengakui potensi pariwisata yang menjanjikan di banggai butuh strategi komunikasi pemasaran yang tepat.
Media sosial, kata David, menjadi platform utama dalam mempromosikan destinasi wisata. “Permasalahan yang sering terjadi di daerah adalah kita punya produk bagus, tapi kita nggak tahu bagaimana menjualnya, atau di mana jualnya,” sebut David.
Pada kegiatan diseminasi tersebut, David berbagi sejumlah insight tentang strategi dan komunikasi pemasaran pariwisata melalui media sosial. Para peserta juga dibekali materi tentang model diseminasi informasi pariwisata digital di kabupaten banggai oleh Yuliska Labawo Dinas Pariwisata Banggai.*
(zuma)














