BANGGAI — Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid belum lama ini meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan di muara teluk lalong.
Kunjungan Gubernur Sulteng Anwar Hafid melihat dari dekat lokasi pembangunan jembatan didampingi Bupati Amirudin dan Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai I Dewa Supatriagama.
Kadis PUPR Banggai Dewa Supatriagama secara singkat memaparkan pertanyaan teknis Gubernur Sulteng terkait rencana pembangunan jembatan muara teluk lalong saat dirinya bertandang di Luwuk Kabupaten Banggai dalam beberapa agenda kerjanya.
Untuk akses keluar masuk kapal akan melewati dibawah jembatan menjawab pertanyaan Gubernur Anwar Hafid kata Kadis PUPR Dewa Supatriagama, “Tinggi jembatan kurang lebih 38 meter jadi kapal bisa keluar masuk lewat di bawah jembatan,” ujar Dewa mengawali.
Lebih lanjut Gubernur menyinggung terkait izin rencana pembangunan jembatan yang juga tak luput dari penjelasan Kadis Dewa Supatriagama, “Kalau yang jalan kemarin itu masih dua izin dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) dan izin reklamasi, termasuk izin ke provinsi,” jelasnya.
Dan tahun depan (2026) tuntas semua segala dokumen termasuk desainya kata Dewa. Melihat posisi yang ada maka dapur masyarakat ketika ada jembatan nanti akan jadi bagian muka (berhadapan). “Ini bagian dari (waterfront city) dalam artian adalah kota atau kawasan yang memanfaatkan tepi perairan sebagai pusat ekonomi,budaya, sosial dan parawisata,” jelasnya.
Gubernur Anwar Hafid nampak kagum dengan rencana pembangunan jembatan tersebut. Iapun memberikan support dan dukungan atas rencana pembangunan infrastruktur jembatan muara teluk lalong, “Kalau jembatan ini nanti dibangun maka akan jadi icon baru,” akunya.
Makanya jembatan, nanti dibuat jangan salah salah harus dibuat bagus kata Gubernur Anwar Hafid, “Ini gagah (bagus) sekali pa bupati dan insya allah jembatan ini akan menjadi icon baru sekaligus membuka ruang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.
Pembangunan infrastruktur ini adalah bagian dari (Berani Lancar) program yang digagas sebagai Gubernur Sulteng guna menghadirkan harapan baru bagi sulawesi tengah yang lebih maju dan sejahtera.*
(zuma)














