Pemda Banggai

Dinas Perikanan Banggai Kerjasama PT PAU Sosialiasi CPIB Dorong Penguatan Ekonomi Biru

Zulkifly Mangantjo
8
×

Dinas Perikanan Banggai Kerjasama PT PAU Sosialiasi CPIB Dorong Penguatan Ekonomi Biru

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi
Sosialisasi dan bimbingan teknis tentang cara penangkapan ikan.

BANGGAI — Dinas Perikanan Kabupaten Banggai menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis tentang cara penangkapan ikan (CPIB). 

Sosialiasi tersebut bertujuan agar dalam melakukan penangkapan ikan dilakukan dengan cara yang baik di atas kapal.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan dan pengembangan sektor perikanan di kabupaten banggai yang merupakan hasil kerja sama Dinas Perikanan dan PT Panca Amara Utama (PAU) berlangsung di ruang pertemuan Kantor Desa Moilong, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Rabu (3/9).

Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekonomi biru yakni pemanfaatan sumber daya laut dan wilayah pesisir secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan penghidupan, dan penciptaan lapangan kerja, sambil tetap menjaga kesehatan ekosistem laut. 

Konsep ekonomi biru ini bertujuan mengelola kekayaan laut secara bertanggung jawab, mendukung kesejahteraan masyarakat, kesetaraan sosial, serta mengurangi dampak perubahan iklim untuk manfaat jangka panjang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai dalam sambutannya menegaskan, ini sangat berkesuaian dengan visi bupati dan wakil bupati banggai yakni bergerak bersama berkelanjutan menuju gerbang timur sulawesi tengah. 

Baca Juga :  Kurun Waktu 2024-2025 Tujuh OPD Pemkab Banggai Jalin Kerjasama CSR Dengan PT Panca Amara Utama

Oleh karena itu, kami dari dinas perikanan bertanggung jawab mendukung niat tersebut, untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan. Ia juga menambahkan produksi perikanan tangkap dan budidaya meningkat setiap tahun. 

Hal ini tentu sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang perikanan. “Kami berterima kasih pada PT PAU yang selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam program-program perikanan,” ujarnya.

Pelatihan CPIB ini diikuti sebanyak 70 orang peserta dari kalangan nelayan dan 30 orang dari Dinas Perikanan banggai. Sertifikat CPIB diberikan sebagai bukti kepatuhan dalam penanganan ikan yang baik. Narasumber berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang Gorontalo, Badan Pengendalian Mutu Banggai, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah.

Sambutan Bupati Banggai menyampaikan, pelatihan ini dillaksanakan agar nelayan tahu bagaimana menjaga mutu, sehingga harga ikan tetap stabil di pasar dan tidak anjlok. “Insya Allah setelah sosialisasi ini, sertifikat yang diberikan dapat meningkatkan nilai jual ikan,” harapnya.

Baca Juga :  Turunkan Prevalensi Sunting Dinkes Banggai Dorong Gerakan Minum TTB Bagi Remaja Putri

Apalagi jika akan diekspor, penanganan yang baik menjadi syarat utama kata bupati. Ke depan, kampung nelayan akan kita dirikan di Moilong. Investor juga sudah ada untuk pembangunan cold storage berkapasitas 100–200 ton, yang dalam waktu dekat akan segera direalisasikan. 

Nantinya juga akan ada bantuan kapal besar untuk kelompok nelayan, dengan hasil tangkap dijual di cold storage. Bupati juga menegaskan komitmennya untuk melestarikan perikanan tangkap agar masyarakat lebih sejahtera. “Kita punya sawah, laut, dan banyak hasil alam. Tugas kita adalah bagaimana melestarikan dan mengembangkan hasilnya agar manfaatnya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberi pengetahuan teknis, tetapi juga membuka jalan bagi nelayan banggai untuk lebih siap menghadapi tantangan pasar global, sambil tetap menjaga keberlanjutan laut sebagai warisan untuk generasi mendatang.*

(zuma)

error: Content is protected !!