BANGGAI — Pelaksanaan penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Bunta telah berjalan kurang lebih dua pekan.
Angkutan Nataru yang dimulai sejak 18 Desember 2025 masih berlangsung sampai dengan 1 Januari 2026. Dan tercatat sebanyak 996 jiwa melakukan mudik jalur laut di Pelabuhan Bunta dan berjalan aman lancar dengan kondisi tertib, dan terkendali.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor UPP Kelas III Bunta Ir. Imran Usman, ST MM, Kamis (1/26). Imran mengatakan selama periode itu, aktivitas pelayanan penyeberangan mengalami peningkatan seiring dengan mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru.
Sejak dimulainya posko angkutan Nataru, seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Bunta telah bersinergi dalam memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan. “Petugas pelabuhan bersama instansi terkait melaksanakan pengawasan operasional kapal, pemeriksaan keselamatan, serta pengaturan arus masuk dan keluar pelabuhan guna meminimalkan potensi kepadatan,” ujarnya.
Sambung Imran puncak arus keberangkatan mulai terlihat menjelang Hari Raya Natal yang hingga saat ini terdapat sebanyak 996 jiwa melaksanakan mudik melalui Pelabuhan Bunta. Sementara sementara arus balik mulai meningkat setelah perayaan Tahun Baru.
“Meski terjadi lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan, pelayanan tetap berjalan optimal berkat kesiapan sarana dan prasarana, penambahan jam operasional kapal, serta kesiapsiagaan petugas di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan selain aspek pelayanan, faktor keselamatan menjadi prioritas utama selama pelaksanaan Angkutan Nataru. Pemeriksaan kelaiklautan kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta pemantauan kondisi cuaca terus dilakukan secara berkala. “Hingga hari ini, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu kelancaran penyelenggaraan angkutan di Pelabuhan Bunta,” terangnya.
Dengan berakhirnya masa libur Tahun Baru, diharapkan arus balik dapat terus terlayani dengan baik hingga seluruh rangkaian Angkutan Nataru 2025–2026 resmi ditutup. “Penyelenggaraan angkutan di Pelabuhan Bunta menjadi wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutupnya.*
(zuma)














