Ucen mengaku mensukseskan agenda tahunan dia tidak sendiri, secara struktur panitia dirinya didampingi Sekretaris Faisal Gani dan Bendahara Evayanti Gani bersama warga Salabenda mewujudkan kerinduan program yang selama 10 tahun dinantikan.
Mensukseskan program ini tentu membutuhkan waktu dan tenaga extra kata Uchen. Bahkan masukan teknis dari para orang tua dan pemuda serta seluruh elemen masyarakat Salabenda menjadi sangat penting yang semuanya tidak lepas dari bentuk support dan kerjasama seluruh pihak.
“Disini kita memakai konsep warna lampu berbeda. Artinya meskipun berbeda latar belakang, karakter, pandangan pendapat tujuan kita tetap satu yaitu menerangi dan memperindah menyambut bulan suci ramadhan setahun sekali dengan rasa persaudaraan,” ujarnya.
“Semua ini adalah swadaya warga dan beberapa bantuan dari para donatur serta teman teman di luar, ” bebernya.
Wisata Ramadhan
Keindahan lampu hias inipun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menjadikan wahana wisata ramadhan baik warga lokal dan umumnya mereka yang melewati kawasan itu. Tentunya ini sebuah amal ibadah kita semua, “Karena setiap karya kita, apabila di sukai orang, maka ada nilai pahala untuk kita semua,” tuturnya.
Uchen menambahkan cahaya dari lampu lampu hias ini juga dapat membantu situasi kamtibmas serta dukungan penerangan para pengendara yang lalu lalang di kawasan terlebih pada malam hari. “Karena semakin terang jalanan akan semakin indah terlihat, begitu juga suasana kamtibmas akan semakin terbantu dan pengendara terbantu dengan dukungan pencahayaan lampu hias terlebih pada malam hari.” tambahnya.
Seorang pemotor yang tengah melintasi kawasan itu mengaku takjub dengan keindahan “Kampung Ramadhan”. Kalau lampu ini terus ada terpasang akan sangat membantu penerangan jalan saat malam hari utamanya bagi pengguna jalan, “Saya tiap hari lewat di sini, rasanya seperti melintasi jalanan ibu kota,” ungkapnya singkat.*
(zuma)














