BANGGAI — Kecurangan dan semrawutnya sistem penjualan Gas Elpiji 3 Kg di dataran Kecamatan Toili dan Toili Jaya, Kabupaten Banggai menjadi temuan Tim Pengawasan Disperindag Kabupaten Banggai melalui Bidang Perlindungan Konsumen, Standarisasi serta Tertib Ukur.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Konsumen, Standarisasi dan Tertib Ukur Cian Lin kepada Diktenews.com, Senin (16/3) mengatakan masyarakat disana resah dengan harga jual gas yang selangit dengan harga Rp. 90 ribu pertabung.
Kecurangan masih terus menjadi momok tak berkesudahan diwilayah Kecamatan Toili dan Toili Jaya. Kabid Perlindungan Konsumen, Standarisasi dan Tertib Ukur Disperidag Banggai Cian Lin menjelaskan pengawasan yang dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat telah terjadi kelangkaan dan kecurangan harga jual gas yang tidak lagi sesuai HET menabrak SK Gubernur Sulteng.
Memastikan kebenaran informasi itu, tim turun langsung ke lapangan bersama Satgas setempat menindak lanjuti laporan masyarakat, “Dan ternyata benar, ada permainan agen dengan pangkalan pengakuan beberapa pangkalan yang di Toili dan Toili Jaya,” ujarnya. Mereka mengaku ada dua Agen Gas dengan sengaja memanipulasi harga jual pada pangkalan.
“Modusnya agen menjual gas dengan harga beda. Contoh pangkalan dengan quota 60 tabung, agen menjual 20 tabung dengan harga normal, dan 40 tabung lagi dijual seharga Rp. 30 ribu sampai Rp 35 ribu pertabung pada pangkalan yang terpaksa harus ditebus pangkalan,” jelasnya.
Disinilah skema kecurangan agen dengan menyandera pihak pangkalan dengan harga jual tinggi pada sebagian besar tabung gas. Makanya tak heran kalau pangkalan kemudian menjual melebihi HET bahkan dengan harga yang yang tidak sesuai lagi. Sementara harga HET sesuai SK Gubernur Sulteng kata Cian, “Untuk Kecamatan Toili penjualan Agen Gas pada pangkalan Rp. 19.500 dan pangkalan ke masyarakat Rp. 22 ribu,”jelasnya.
Karena permainan kotor agen pada pangkalan, maka tidak heran kecurangan secara berantai ini menjadi masif terjadi wilayah Kabupaten Banggai khususnya di dataran Toili dan Toili Jaya yang terus berlangsung sampai saat ini. “Jadi tak heran di Toili dan Toili Jaya ditemukan harga jual Rp.90 ribu dipengecer karena pangkalan beli pada agen Rp.30 ribu sampai Rp 32 ribu, dan harga jual pengecer ke masyarakat Rp 75 ribu sampai Rp. 90 ribu,” ungkapnya.















