BANGGAI — Tim Pengembangan Masyarakat (Community Development) terus memperkuat program serta komitmen mereka melalui pemberdayaan warga masyarakat di wilayah desa lingkar tambang perusahaan pertambangan nikel PT Koninis Fajar Mineral (KFM).
Hal itu di wujudkan dengan langkah nyata perusahaan yang terus memberikan perhatian pada sektor pertanian dengan mengunjungi Kelompok Tani (Gelung) berada di Desa Pongian, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Kamis (16/7).
Kepala Teknik Tambang (KTT) Muh. Najmi Alramadhan mengatakan melalui Pengembangan Masyarakat (PT.KFM), “Kami menyapa dan berkolaborasi bersama dengan salah satu Kelompok Tani (Gelung) di Desa Pongian,” ujarnya. Lanjut Najmi kunjungan sebagai bentuk perekat tali silaturahmi bersama masyarakat dan para petani Kelompok (Gelung).
Kami juga berdiskusi bersama masyarakat dan para petani (Kelompok Gelung). Tercipta sebuah topik diskusi seputar pengembangan sektor pertanian baik bersama masyarakat maupun kelompok tani (Gelung). Tujuan kami menyapa para petani ini agar komunikasi kami terus terbangun antara petani dan perusahaan untuk terus memperkuat kemitraan serta menumbuhkan harapan demi kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Sambungnya salah satu upaya perusahaan, yaitu membuka ruang pada masyarakat terutama program yang bersifat jangka panjang untuk kemandirian pangan. Dalam hal ini untuk tahap atau langkah pertama perusahaan (PT.KFM) mencoba membantu perbaikan infrastruktur jalan tani.
Peningkatan sarana jalan pertanian menjadi langkah utama kami dan petani agar akses kendaraan roda 4 maupun roda 2 dapat melalui kawasan pertanian dengan sarana jalan pertanian yang repsentatif, “Pembukaan akses jalan ini untuk mempermudah petani membawa hasil panen mereka,” bebernya.

Lanjutnya dalam pertemuan bersama para petani binaan, kami menyerahkan bantuan fasilitas penampung air sebanyak 20 tandon air yang diterima langsung kelompok tani (Gelung). “Untuk tahap selanjutnya kita akan lakukan monitoring dan evaluasi dari perkembangan pertanian tersebut. Seperti coklat klon 45, jagung, kacang tanah dan sayur sayuran,” tandasnya.
Kebersamaan kami juga oleh petani mereka menjamu kami dengan makanan khas lokal “Sinole Sagu dan ikan kadompe kuah,” tambahnya menyebutkan makanan khas dengan dialek setempat.
Sementara itu Comdev Triwidy Kuncoro menambahkan kunjungan ini merupakan wujud nyata dan komitmen PT.KFM dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan kelompok tani. Menurutunya ini sebagai bagian langkah strategis lewat program pemberdayaan masyarakat yang terus menjadi fokus perusahaan kata dia. Melalui dialog, berbagi pengetahuan, dan pendampingan menjadi harapan perusahaan bersama masyarakat untuk terus berupaya menciptakan sektor pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat antara (PT.KFM) dan masyarakat akan melahirkan inovasi, meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang. “Bersama, kita menanam harapan, memanen kemajuan, dan membangun masa depan yang lebih baik,” harapnya.
Diakhir statmen mahasiswa jebolan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Triwidy tak lupa mengapresiasi sambutan sederhana masyarakat tapi penuh makna bagi kami. “Terima kasih atas jamuan menu makanan khas tradisional yang di sajikan masyarakat pertanda sinergi ini terus terjalin baik dengan kebersamaan menikmati hidangan khas lokal seperti beko, sinole dan lainnya,” tutupnya mengakhiri.(*)
(zuma)














