Metro Luwuk

Dirut RSUD Luwuk Bungkam, Pasien Tidur Tanpa Sprei AC Mati Kursi Tak Tersedia Jadi Sorotan

Zulkifly Mangantjo
13
×

Dirut RSUD Luwuk Bungkam, Pasien Tidur Tanpa Sprei AC Mati Kursi Tak Tersedia Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
RSUD Luwuk
Ilustrasi (foto/net)

Beruntung ada satu tempat tidur kosong yang kemudian kami keluarga pasien memanfaatkan untuk duduk. “Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi pasien yang berasal dari luar wilayah Luwuk dan harus menjalani perawatan berhari-hari,” akunya.

Kalau pasien dari dalam kota mungkin masih bisa meminta keluarga mengambil sprei dari rumah. Tapi bagaimana dengan pasien yang datang dari misal Banggai Kepulauan, Toili, Balantak atau Bunta tanya dia ? Apakah keluarga harus membawa sprei sendiri dari kampung karena rumah sakit tidak memiliki stok sprei ?.

Sprei sangat penting untuk kenyamanan pasien secara umum. Kasur rumah sakit menggunakan pelapis berbahan vinil atau bahan sintetis berbasis PVC yang memiliki sifat kedap air dan relatif mudah dibersihkan serta didesinfeksi. Namun, karena pasien dapat berbaring selama berjam-jam bahkan berhari-hari, penggunaan sprei menjadi penting untuk memberikan kenyamanan sekaligus menjaga kebersihan tempat tidur pasien.

Baca Juga :  Richman Djohar (Plh) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Luwuk Uraikan Program Kerja dan Motto 3S

Kasur yang bersentuhan langsung dengan tubuh pasien tanpa sprei dalam waktu lama dapat menimbulkan rasa panas dan berkeringat. Karena itu, sprei menjadi salah satu bagian penting dari perlengkapan tempat tidur pasien. Persoalan ini pun menimbulkan pertanyaan mengenai apakah kondisi kekurangan sprei hanya terjadi di ruang edelweis atau juga menjadi pemandangan yang sama dan terdapat di ruangan perawatan yang lain.

Jika kondisi itu benar terjadi secara berulang, maka pihak rumah sakit dinilai perlu mengevaluasi sistem pengadaan, pencucian, penyimpanan hingga distribusi sprei ke setiap ruangan perawatan. Terlebih, RSUD Luwuk merupakan rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten Banggai melayani pasien dari berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan dan kecamatan yang cukup jauh dari pusat kota.

Terpisah Direktur RSUD Luwuk Banggai Dr Budi Udaa dikonfirmasi keluhan tersebut terkesan irit bicara. “Terima kasih informasinya pak,” tulisnya dalam pesan whatsaap, Senin (24/8). Masih banyaknya keluhan soal pelayanan dan kenyamanan pasien di RSUD Luwuk Banggai tentu menjadi pukulan bagi Dirut RSUD Luwuk Banggai untuk berbenah dan menata pelayanan prima, agar pasien mendapatkan hak fasilitas kesehatan dalam menunjang kenyamanan yang dapat membantu proses kesembuhan pasien.

Baca Juga :  DPMD Banggai Copot Sementara Jabatan 6 Oknum Kades, Stevenly : Bisa Jadi Pada Pemberhentian Tetap

Melihat disisi lain, Dirut RSUD Luwuk Banggai kita ketahui bersama belum ini terbilang sukses mengelolah sejumlah event rangkaian HUT Banggai maupun HUT RI sebagai ketua panitia pelaksana. Tapi menengok pada tugas utama dirinya selaku Dirut RSUD justru berbanding terbalik dari harapan publik kalau saja keluhan dengan hal sepeleh masih terus terjadi dan terkesan abai sebagai bagian dari tanggung jawab RSUD Luwuk Banggai pada hak pasien.(*)

(zuma)

error: Content is protected !!