Metro Luwuk

Richman Djohar (Plh) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Luwuk Uraikan Program Kerja dan Motto 3S

Zulkifly Mangantjo
17
×

Richman Djohar (Plh) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Luwuk Uraikan Program Kerja dan Motto 3S

Sebarkan artikel ini
PT ASDP
Pelaksana harian Kantor PT ASDP (Persero) Indonesia Feri Cabang Luwuk.

BANGGAI — Pelaksana Harian (Plh) General Manager PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk Richman Djohar menguraikan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan program kerjanya.

Hal tersebut disampaikan Richman Djohar Pelaksana Harian (Plh) GM PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk dalam kesempatan wawancara wartawan media ini di ruang kerjanya Kantor PT ASDP Cabang Luwuk beralamatkan di Jalan Tan Malaka, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Jumat (10/7).

Beberapa pertanyaan seputar peningkatan kualitas pelayanan, kinerja, target dan program apa saja yang akan menjadi fokus dirinya selaku Pelaksanan Harian (Plh) GM PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Luwuk.

Richman Djohar menjelaskan kalau di perusahaan tentu sudah punya visi misi yang harus kami tunjang dengan keselarasan kinerja kami sendiri. “Jadi setiap tahun itu kami sudah punya kinerja perusahaan,” ujarnya.

Nah fokus saya kesini juga ada program yang harus saya laksanakan kata dia. “Program saya itu yakni stakeholder engagement, gemba walk and safety leadership (meningkatkan budaya keselamatan dan pelayanan), digitalisasi e-ticekting, dan pengembangan bisnis,” ujarnya.

Richman menjelaskan stakeholder engagement adalah sebuah upaya membangun hubungan komunikasi dan kerjasama yang baik dengan seluruh pihak yang punya kepentingan terhadap operasional penyebrangan seperti memperkuat hubungan komunikasi dan kerjasama dengan pihak Syahbandar, Pihak Pelabuhan, Pemerintah, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi, TNI – Polri, BPTD Sulteng serta instansi terkait.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka Ingatkan PLN Bunta : Berikan Pelayanan Yang Baik, Atensi Kekosongan Pimpinan Definitif

Selain itu juga sinergitas dalam membangun komunikasi juga sangat penting dengan para pengguna jasa, operator angkutan, para pelaku usaha dan masyarakat untuk menyerap masukan saran dan kolaboratif. Lalu ada yang namanya Gemba walk dan safety leadership atau turun langsung lapangan untuk mengetahui kondisi operasional membangun komunikasi dan berdialog dengan petugas guna mengidentifikasi permasalahan riil dilapangan termasuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan sebagai budaya kerja paling utama.

Dan program digitalisasi e-ticekting yang saat ini terus kita kembangkan dan sedang usulkan pembukaan e-ticketing. Program ini adalah penerapan sistem pelayanan tiket elektronik untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Dari program terintegrasi dengan pelayanan dari segi peningkatan pelayanan, ada yang namanya moto (3S) yang terus kita gaungkan saat ini yakni Servis, Security, Safety.

Disinggung apakah ada target khusus dari kantor pusat yang harus di realisasikan. Richman kembali berujar kalau target kinerja kami itu pasti ada. “Pencapaian target kinerja itu banyak kalau kita melihat dari banyak aspek,” akunya.

Dan bagaimana melihat kondisi penyebrangan yang ada saat ini, Richman mengatakan dirinya baru beberapa hari bertugas dan baru melihat dua titik pelabuhan yakni Pelabuhan ASDP Pagimana dan Pelabuhan Feri. Kalau melihat Pelabuhan ASDP Pagimana sudah sangat bagus dalam melayani masyarakat. Untuk Pelabuhan Feri karena bukan aset PT ASDP melainkan milik Pemprov Sulteng saya melihat secara penataan masih belum sedikit terstruktur dengan baik.

Baca Juga :  BPBD Banggai Apel Siaga Tingkatkan Mitigasi Bencana

Lanjutnya fokus utamanya juga ada pada aspek keselamatan dan keamanan. Kita tau bersama bahwa Luwuk ini wilayah lautnya cukup jauh sampai 6 jam lebih bahkan kalau ke Taliabo cukup jauh. “Jadi kita fokus juga pada aspek keselamatan dan keamanan.” terangnya

Pelayanan    

Menyambung soal moto (3S) yang terus kita gaungkan saat ini yakni Servis, Security, Safety. Kalau soal pelayanan (Servis) ini terus kita kembangkan dan sedang mengusulkan pembukaan e-ticketing di Pelabuhan Feri yang sementara kita usulkan. Kemudian ada program pemerintah (Odol) yang sementara kita bermohon izin pada Pemrov Sulteng yakni pembuatan fasilitas seperti gawang untuk membatasi kapasitas muatan mobil ekspedisi.

Untuk program ini kami masih menunggu persetujuan surat kita ke Pemrov Sulteng dan masih menunggu balasan persetujuan untuk kita pasang fasilitas gawang membatasi barang muatan mobil pada areal pelabuhan. Terkait pengembangan Pelabuhan Feri, kami juga pernah berkoordinasi pada Pemrov Sulteng dan menyurat bermohon mengelola Pelabuhan Feri sesuai kebutuhan ASDP. Hanya saja masih terkendala pada teknis berkaitan sistem pengelolaanya karena hasilnya nanti adalah hasil pemerintah sementara kita membangun di atas aset yang bukan milik PT ASDP.*

(zuma)

error: Content is protected !!