Metro Luwuk

Geliat Ekonomi Warga Tumbuh dari Butir Telur Peternakan Lestari Desa Kayowa

Zulkifly Mangantjo
6
×

Geliat Ekonomi Warga Tumbuh dari Butir Telur Peternakan Lestari Desa Kayowa

Sebarkan artikel ini
Peternakan Ayam
Para jurnalis dalam agenda media visit melihat lebih dekat geliat ekonomi tumbuh dari butir telur kelompok usaha bersama ternak ayam petelur lestari desa kayowa, kecamatan batui selatan, kabupaten banggai, jumat (2/10/26). (dok: diktenews)

Karena itu, produksi telur perlu dilihat bersama dengan pengelolaan usaha secara keseluruhan. Bagi kelompok peternak, keberhasilan tidak cukup diukur dari berapa banyak telur yang terkumpul dalam sehari. Mereka juga perlu mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur tersebut, berapa harga jual yang dapat diperoleh, dan berapa bagian pendapatan yang tersisa setelah kebutuhan operasional dipenuhi.

Perhitungan semacam itu penting agar kegiatan peternakan tidak hanya berlangsung, tetapi juga mampu menopang kehidupan anggota kelompok dan masyarakat. Dalam usaha yang masih berkembang, proses belajar tersebut dapat berjalan bersamaan dengan pekerjaan sehari-hari. Pengalaman merawat ayam memberikan pengetahuan mengenai kebutuhan ternak, sementara pengalaman menjual hasil produksi membantu peternak memahami keadaan pasar. Dari kandang sederhana ini mereka berhadapan dengan persoalan ekonomi yang nyata, bagaimana menghasilkan produk, menjaga kualitas, mengendalikan biaya, dan mempertahankan usaha.

Peternakan yang dikelola kelompok memiliki tantangan tersendiri. Selain merawat ternak, anggota perlu membangun kesepahaman mengenai pembagian pekerjaan dan tanggung jawab. Siapa yang mengurus pakan ? siapa yang memantau kondisi kandang ? dan bagaimana hasil produksi dicatat, serta bagaimana pendapatan dan pengeluaran dikelola yang semuanya merupakan hal-hal yang berpengaruh terhadap perjalanan usaha. Kerja bersama tidak otomatis membuat semua persoalan menjadi mudah. Justru, ketika usaha melibatkan banyak orang, keterbukaan dan pembagian tanggung jawab menjadi semakin penting.
Kelompok perlu memastikan bahwa setiap anggota memahami perannya. Catatan produksi dan biaya juga diperlukan agar perkembangan usaha, yang dapat dinilai berdasarkan keadaan yang sebenarnya.

Joni dan kelompok peternak di Kayowa menilai pengelolaan semacam ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kegiatan ekonomi bersama. Peternakan dapat menjadi tempat untuk belajar mengenai kerja kolektif. Anggota kelompok tidak hanya berbagi pekerjaan fisik, tetapi juga perlu membangun kemampuan dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan yang muncul selama usaha berjalan. Ketika kebutuhan pakan meningkat, mereka perlu menghitung dampaknya terhadap biaya sebaliknya ketika produksi berubah, mereka harus mencari tahu penyebabnya.

Baca Juga :  PWB Jalin Silaturahmi dengan PLN UP3 Luwuk Komitmen Dorong Layanan Andal Kelistrikan

Ketika telur sudah terkumpul, mereka perlu memastikan hasil tersebut memiliki jalur pemasaran. Jika kelompok mampu membangun kebiasaan mencatat dan mengevaluasi usaha, mereka memiliki dasar yang lebih kuat untuk merencanakan langkah selanjutnya. Mereka dapat mengetahui apakah usaha mulai memberikan hasil, bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan, serta kebutuhan apa yang harus dipenuhi sebelum mengembangkan skala peternakan. Dengan demikian, manfaat kegiatan kelompok tidak hanya terletak pada keberadaan kandang dan ternak. Ada kesempatan untuk membangun kemampuan mengelola usaha secara lebih terstruktur.

Joni menambahkan dalam kurun waktu satu tahun ini, produksi telur telah memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok dengan jangkauan pasar pada masyarakat yang berada di Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Kabupatan Banggai.

Sementara itu Fuad Rafif Prasetyo, Community Development Officer (CDO) PT Pertamina EP Donggi Matindok Field, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari upaya mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Kayowa, kelompok masyarakat mendapat kesempatan untuk mengelola usaha yang membutuhkan keterampilan, ketekunan, dan kerja sama.

Namun keberlanjutan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya kandang dan ayam, melainkan juga kemampuan kelompok dalam merawat ternak, mengelola biaya operasional, serta memasarkan hasil produksi. “Bagi perusahaan, perkembangan usaha masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan seperti peternakan yang ada di Desa Kayowa yang diharapkan dapat terus dikelola dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok dan masyarakat,” harapnya.

Baca Juga :  Wajah Baru Lapangan Alun Alun Bumi Mutiara Luwuk

Dari balik kandang para peternak tetap menghadapi pekerjaan harian seperti menjaga kesehatan ayam, memenuhi kebutuhan pakan, dan memastikan hasil produksi dapat dimanfaatkan. Dari proses itulah keberlanjutan usaha dibangun, sedikit demi sedikit.
Peran pendampingan dalam perjalanan peternak pengembangan peternakan ayam di Desa Kayowa juga berkaitan dengan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Melalui kegiatan pengembangan masyarakat, perusahaan berupaya mendukung kegiatan ekonomi warga di sekitar wilayah operasionalnya.

Sambungnya peternakan ayam petelur menjadi salah satu bentuk kegiatan yang diarahkan pada pengembangan usaha produktif. Namun, dalam program pemberdayaan, penyediaan sarana atau bantuan awal hanyalah salah satu bagian dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kelompok mampu menjalankan usaha, menjaga aset yang tersedia, mengelola biaya, serta mengembangkan pemasaran. Tanpa pengelolaan yang baik, sebuah kegiatan yang dimulai melalui program pemberdayaan dapat menghadapi kesulitan ketika harus bertahan dengan kemampuan sendiri.

Karena itu keberhasilan program perlu dilihat dari perkembangan yang berlangsung setelah usaha dimulai. Pendampingan yang efektif idealnya membantu kelompok menjawab kebutuhan itu. Bukan hanya memastikan kandang berdiri atau ayam tersedia, tetapi juga memperkuat keterampilan teknis dan kemampuan pengelolaan usaha. Peternak membutuhkan pengetahuan mengenai kesehatan ternak, pengaturan pakan, sanitasi kandang, pencatatan produksi, serta perhitungan biaya. “Mereka juga perlu memahami pemasaran dan cara menghadapi perubahan harga maupun biaya operasional,” terangnya.

Dengan kemampuan tersebut, kelompok memiliki peluang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan usaha. Di Kayowa, peternakan ayam petelur menjadi gambaran mengenai bagaimana kegiatan pemberdayaan masyarakat bertemu dengan pekerjaan sehari-hari warga. Program dapat membuka kesempatan awal, tetapi perjalanan selanjutnya ditentukan pula oleh kemampuan kelompok mengelola dan mengembangkan usaha.

Media visit sejumlah wartawan lokal cetak dan online bersama tim relation di lokasi kandang kelompok usaha bersama ternak ayam petelur lestari desa kayowa. (foto : dok/diktenews)
error: Content is protected !!