Metro Luwuk

Geliat Ekonomi Warga Tumbuh dari Butir Telur Peternakan Lestari Desa Kayowa

Zulkifly Mangantjo
5
×

Geliat Ekonomi Warga Tumbuh dari Butir Telur Peternakan Lestari Desa Kayowa

Sebarkan artikel ini
Peternakan Ayam
Para jurnalis dalam agenda media visit melihat lebih dekat geliat ekonomi tumbuh dari butir telur kelompok usaha bersama ternak ayam petelur lestari desa kayowa, kecamatan batui selatan, kabupaten banggai, jumat (2/10/26). (dok: diktenews)

BANGGAI,DIKTENEWS.COM — Suara ayam terdengar bersahutan dari arael perkebunan warga seluas kurang lebih 1 hektar berada di Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dari dalam areal perkebunan warga yang jaraknya kurang lebih 5 kilometer dari Jalan Transsulawesi, Kecamatan Batui Selatan, terdapat sebuah bangunan kandang ayam petelur berbentuk rumah panggung.

Oleh warga setempat memanfaatkan sebagian areal ladang milik warga yang juga bagian dari anggota Kelompok Usaha Bersama Ternak Ayam Petelur Lestari. Kehadiran peternakan petelur tersebut adalah usaha bersama warga kelompok yang semuanya tidak lepas dari peran Tim Relation PT Pertamina EP Donggi Matindok Field.

Melihat dari dekat Kelompok Usaha Bersama Ternak Ayam Petelur Lestari sudah berjalan kurang lebih 1 tahun terbentuk tahun 2025 dengan jumlah anggota kelompok berjumlah 6 (enam) orang yang semuanya adalah warga Desa Kayowa. Sejak itulah usaha peternakan ayam petelur lewat pendampingan Tim Relation PT Pertamina EP DMF terus berkembang baik dari sisi ternak ayam hingga produksi telur yang dihasilkan dari balik kandang Kelompok Usaha Bersama Ternak Ayam Petelur Lestari.

Dalam kesempatan media visit dilokasi peternakan bersama Fuad Rafif Prasetyo Tim Relation PT Pertamina EP DMF, Jumat 2 Oktober 2026 mengatakan Kelompok Usaha Bersama Ternak Ayam Petelur Lestari ini sudah berjalan kurang lebih 1 tahun. “Berdiri sejak tahun 2025,” ujarnya. Peternakan awalnya berangkat dari inisiatif warga yang kemudian mendapat dukungan dan pendampingan penuh PT Pertamina EP DMF yang terus dilakukan hingga saat ini.

Baca Juga :  Warga Sinorang Demo JOB Tomori Akses Jalan Sempat Ditutup

Kandang dengan struktur berbahan kayu berbentuk panggung dengan tinggi bangunan dari permukaan tanah kurang lebih 2 meter itu terlihat ayam dengan kondisi sehat dan segar berjejer dalam kandang dengan posisi kandang terbagi dua secara berhadapan dengan jumlah ayam saat itu kurang lebih 200 ekor. Melihat kondisi kandang dari sisi sirkulasi udara sangat baik karena terletak di lahan terbuka dengan intensitas cahaya sinaran matahari yang juga terjaga dengan baik, sehinggah ayam yang ada tetap terjaga dan tidak stres.

Deretan tempat pakan ayam juga tertata dengan baik, begitu pula dengan wadah tempat air minum air berbahan plastik tersalur dari pipa plastik berukuran kecil yang mengalir ke masing-masing kandang. Kandang juga terlihat bersih karena peternak rutin membersihkanya setiap hari secara keseluruhan. Para peternak menjalani rutinitas setiap hari yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Rutinitas mereka seperti menyiapkan pakan dan air minum yang setiap harinya diperiksa untuk memastikan kondisi ayam terpenuhi kebutuhan asupan makanan dan memperhatikan telur yang setiap hari diproduksi dari ayam-ayam tersebut dan menunggu ayam bertelur untuk dikumpulkan. Pekerjaan itu berulang setiap hari dan telah menjadi kewajiban mereka yang telah merintis usaha secara bersama. “Karena bagi kami, usaha ini adalah tempat kami menggantungkan harapan untuk masa yang akan datang,” ujar Ketua Kelompok Joni Muslan.

Baca Juga :  Jamil Karim Mahasiswa KKN UMLB Tuntaskan Proker Individu, Serahkan 30 Dokumen Kependudukan Warga Pada Pemdes Selekan

Menurutnya usaha ini bagi kami sangat memiliki arti, karena dari tempat ini kami harapan kami tumbuh dari butir – butir telur yang dihasilkan oleh ayam yang ada dalam kandang kata dia.
Joni mengaku bersama anggota kelompoknya belajar membangun penghidupan melalui peternakan ayam petelur yang sudah setahun kami rintis dan kelola secara bersama.

Mereka tidak hanya berhadapan dengan ayam yang harus dirawat, tetapi juga dengan pekerjaan menjaga agar usaha yang telah dimulai harus terus berjalan. Bagi Joni dan kandang itu bukan sekadar tempat memelihara ayam saja. Lebih dari itu di dalamnya ada harapan tentang usaha yang bisa berkembang, pendapatan yang dapat membantu kebutuhan rumah tangga, serta kesempatan bagi warga untuk mengelola sumber penghidupan secara bersama-sama.

Ia mengisahkan perjalanan usaha ini sejak tahun 2025, ketika kelompok memulai usaha dengan jumlah 200 ekor ayam. Baginya jumlah itu menjadi modal awal untuk membangun kegiatan peternakan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Sejak saat itu, mereka harus membiasakan diri dengan pekerjaan yang menuntut ketekunan menjadikan asa menjadi kenyataan yang memberikan dampak ekonomi bagi mereka dan masyarakat Desa Kayowa.

error: Content is protected !!