BANGGAI — Serentetan kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026 menjadi catatan serius dan perlu di evaluasi.
Dari deretan insiden kecelakaan hingga menelan korban jiwa indikasi menunjukkan kurangnya kesadaran dan kehati – hatian pengendara dan minimnya sarana rambu lalu lintas sebagai simbol peringatan dan pengaturan bagi pengendara.
Seperti kecelakaan terjadi pada Rabu (27/1) melibatkan dua sepeda motor seorang pelajar berinisial BB (17) warga Kelurahan Salabenda dengan pengendara motor lain berinisial HR (21).
Informasi dihimpun insiden kecelakaan terjadi di pertigaan jalan Setia Budi, Kelurahan Bunta I, kompleks Puskesmas Bunta. Dua sepeda motor terlibat datang dari arah berlawanan. Tepat lokasi kejadian dengan jarak yang begitu dekat kecelakaan pun tak terhindarkan.
Akibatnya BB mengalami luka serius pada bagian kepala dan muntah darah hingga harus mendapat penanganan intensif ke RSUD Luwuk Banggai. Sementara HR mengalami luka lecet dan sakit pada bagian dada mungkin karena benturan saat kecelakaan.
Dari kasus kecelakaan ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah setempat dan dinas terkait untuk memaksimalkan peringatan rambu lalu lintas pada jalur tertentu yang berpotensi rawan kecelakaan.
Infrastruktur penunjang juga sangat penting seperti lampu penerangan jalan guna membantu penglihatan pengendara dan pengguna jalan, serta lampu peringatan lalu lintas pada jalur ramai seperti pada kawasan perempatan Jalan Transsulawesi membagi Jalan Siswa dan Jalan Setia Budi.
Di kawasan perempatan yang setiap harinya padat kendaraan perlu ada larangan untuk tidak memarkir kendaraan sembarangan dengan jarak tertentu dari dikawasan itu. Karena selain jadi pemicu kemacetan, resiko kecelakaan juga sangat besar karena kendaraan yang parkir semrawut hingga pada bahu jalan jadi tempat parkir.
Kawasan perempatan yang dipenuhi lapak pedagang di sisi jalan tak ayal kendaraan pembeli parkir pula secara tidak beraturan hingga badan jalan menjadi sempit yang terlihat hampir setiap harinya.
Olehnya sinergi dan kolaborasi pemerintah setempat, aparat serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memberikan pemahaman bersama tentang tata tertib lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat berujung pada nyawa melayang.*
(zuma)














