BANGGAI — Bupati Amirudin bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lapangan Mirqan, Kawasan Perkantoran Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, Sabtu (20/3).
Sholat Idul Fitri di Lapangan Mirqan adalah perdana digelar pada kepemimpinan periode kedua Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili yang di laksanakan bersama jajaran Pemda Banggai.
Dimana selama ini, panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Banggai hanya rutin menyelenggarakan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung An-Nuur Luwuk. Namun kali ini pelaksanaan Idul Fitri di fokuskan di Lapangan Mirqan, Kawasan Perkantoran Bukit Halimun.
Bupati Amirudin bertindak sebagai khotib idul fitri dan yang bertindak sebagai Imam Muhammad Jukri AT Arsyad. Dalam khotbahnya, Bupati mengajak seluruh jemaah memaknai idul fitri sebagai momentum merajut kembali jalinan silaturahmi dan menghapus segala kesalahan dan dosa serta menjadikan momentum untuk berhijrah dari keburukan menuju kebaikan.
“Inilah hari terbaik bagi kita untuk saling bermaaf – maafan dan hilangkan semua prasangka, silang sengketa, kita rebut kasih sayang Allah Swt.,” ujarnya.
Dalam hotbah itu, ia menekankan bahwa segala ekses negatif yang ditimbulkan akibat perbedaan pilihan politik harus direduksi. Pesannya jelas berbeda pilihan itu hal biasa, tapi setelahnya masyarakat harus kembali bersatu.
“Yang lalu biarlah berlalu. Kita sudah melewati masa itu. Saat ini kita fokus pada pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. Jangan lagi bicara pilkada, tapi bicaralah apa yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Dalam pandangan, Bupati Amirudin mengingatkan bahwa Islam mengajarkan kita silaturahmi harus tetap terjaga sampai kapanpun, termasuk dalam situasi politik.
“Oleh karena itu, buanglah perasaan dendam, sirnakan keangkuhan, dan berhentilah menyebarkan berita yang tidak benar lewat media,” tambahnya.
Ia juga mengajak jemaah untuk mengenang kembali jasa-jasa dan kasih sayang kedua orang tua. “Seandainya kedua orang tua kita masih hidup, bersimpuhlah di hadapan mereka, ciumlah tangan mereka, peluklah tubuh mereka yang sudah rapuh karena mereka pasti akan meninggalkan kita,” ujarnya.
Menutup khotbahnya, Bupati Amirudin meminta kerelaan semua jemaah untuk saling memaafkan. “Dengan hati terbuka dan tangan terulur, mari kita saling maaf-memaafkan, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkasnya.
Selepas salat, Bupati Amirudin dan jajaran Pemda Banggai berbaur dengan para jemaah, saling menyodorkan tangan dan bermaaf-maafan.*
(zuma)














