Metro Luwuk

Dirut RSUD Luwuk Bungkam, Pasien Tidur Tanpa Sprei AC Mati Kursi Tak Tersedia Jadi Sorotan

Zulkifly Mangantjo
10
×

Dirut RSUD Luwuk Bungkam, Pasien Tidur Tanpa Sprei AC Mati Kursi Tak Tersedia Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
RSUD Luwuk
Ilustrasi (foto/net)

BANGGAI — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, Kabupatan Banggai, Sulawesi Tengah masih terus menjadi sorotan publik.

Harapan perbaikan sistem manajemen pelayanan guna memberikan kenyamanan bagi pasien dinilai masih menjadi problem yang terkesan dianggap sepeleh.

Sepeti keluhan dilontarkan pemilik akun facebook Jullie Asogwa yang berkeluh kesah soal manajemen RSUD Luwuk Banggai buntut dari pelayanan dan fasilitas terhadap pasien mulai dari keluhan tempat tidur pasien ruangan Edelweis yang tidak memiliki sprei. Dalam akun miliknya ia menuturkan kekecewaan pelayanan RSUD Luwuk pada, Sabtu 22 Agustus 2026. 

Ia mengaku sekitar pukul 17.00 Wita saat memasuki ruang Edelweis 06 untuk menjenguk pasien yang merupakan keluarganya (papa ade) atau klaim warga lokal adalah paman, yang saat itu sedang menjalani perawatan dalam ruangan edelweis. Betapa terkejutnya dia ketika melihat pasien terbaring di atas kasur tanpa beralaskan sprei. Mungkin sebagian orang menilai hanya permasalah sepeleh tapi ketika bicara soal standar fasilitas kesehatan maka tidak ada yang sepeleh apalagi itu bagian terpenting dalam memenuhi hak – hak pasien termasuk fasilitas inap.

Baca Juga :  Bupati Amirudin Anugrahi Penghargaan PT KFM Nyata Dukung Pembangunan Daerah

Kondisi itu tulisnya dalam akun facebook bukan hanya terjadi pada satu tempat tidur saja saat mengetahui kalau pasien yang merupakan pamanya sendiri itu tidur tanpa alas sprei. Ia lantas menanyakan pada perawat jaga tentang kondisi itu. Dan tanpa sengaja pula, dirinya melihat hal serupa terlihat di kamar lain masih dalam ruangan yang sama pasien tidur tanpa beralaskan sprei. 

“Saya bertanya pada suster jaga apakah tidak ada seprai ? Jawab suster bahwa pasien sedang banyak sehingga kehabisan sprei,” ujarnya dengan nada kecewa. Ia juga sempat mempertanyakan ketersediaan stok sprei di ruangan itu, untuk alas kasur pasien. 

Namun oleh perawat, sprei sedang berada di bagian laundry dan akan diupayakan melalui telepon. Iapun bersabar dan menunggu konfirmasi keluhan yang disampaikan pada suster ruangan. Hingga sekitar pukul 18.00 Wita belum juga terlihat sprei disediakan. Ia kembali menanyakan pada petugas jaga saat itu. Oleh petugas mengaku telah beberapa kali menghubungi pihak laundry, tetapi tidak mendapat jawaban atau respon. 

Baca Juga :  Wajah Baru Lapangan Alun Alun Bumi Mutiara Luwuk

Kondisi tersebut membuat kami keluarga pasien bertanya tentang sistem penyediaan dan pengelolaan sprei bagi pasien di RSUD Luwuk Banggai. “Padahal (pasien) sudah dua hari dirawat disitu ruang Edelweis yang disebut sebagai ruang perawatan kelas I,” tuturnya.

Berikut penggalan status keluhan keluarga pasien. (foto : ss/fb)

Tidak hanya soal sprei, keluarga pasien juga menyoroti pendingin ruangan Air Conditioner (AC) yang disebut tidak berfungsi. Akibatnya keluarga pasien  terpaksa membuka pintu balkon untuk mendapatkan sirkulasi udara. Demikian pun kursi untuk duduk menunggui pasien juga disebut tidak tersedia. 

error: Content is protected !!