Seorang Penumpang Kapal Yang Jatuh, Warga Asal Gorontalo Bukan Di KMP Moinit, Tapi di Kapal Tol Laut

  • Whatsapp

Foto : (Ilustrasi)

LUWUK,DIKTENEWS.COM — Insiden jatuhnya salah satu penumpang kapal tujuan Pagimana – Gorontalo pada Kamis malam (27/5) dibenarkan pihak ASDP. Namun dalam insiden itu bukan KMP Moinit melainkan Kapal Tol Laut (kapal perintis).

Andi Mujahidin pegawai ASDP bertugas di Pelabuhan Gorontalo membenarkan peristiwa itu. Hanya saja kejadianya bukan di KMP. Moinit melainkan Kapal Tol Laut (kapal perintis).

Konfirmasi awak media ini, melalui sambungan telepon via (whatsaap) pada Jumat hari ini (28/5). Menurutnya jatuhnya salah satu penumpang itu, saat kapal berlayar berada di 8 (delapan) Mil Laut dari pelabuhan Pagimana tujuan Gorontalo.

“Jadi kejadianya bukan di KMP Moinit yang menjadi kewenangan ASDP tapi di Kapal Tol Laut (kapal perintis) kewenangan pihak Syahbandar,” sebutnya.

Hal ini juga untuk meluruskan desas desus sebelumnya terkait insiden yang katanya kejadinya di KMP. Moinit, yang benarnya di Kapal Tol Laut (kapal perintis).

Ia juga menambahkan bahwa Kapten Kapal Tol Laut, memang merupakan bekas di ASDP. “Kep kapalnya mantan dari ASDP, sambil menyebutnya (Kapten Awat),” terangnya.

“Kronologis Kejadian Penumpang Kapal Tol Laut”

Dikutip sejumlah media penumpang bernama Masita (46) warga Desa Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo dikabarkan jatuh dari kapal pada Kamis malam sekira pukul 22.45 WITA.

Dimana saat peristiwa terjadi ayah korban bernama Agus tengah berbaring karena dalam keadaan sakit, ia lalu dikagetkan dengan teriakan orang – orang diatas kapal “Ada orang jatuh, ada orang lompat”.

Seperti keterangan Hamsah adik ipar korban saat membantu ayah korban dalam keteranganya. Setelah Agus ayah korban mengecek, untuk memastikan, ternyata benar Masita (anaknya) tidak lagi berada diatas kapal.

Kejadian itu sekitar 3 jam kapal berlayar dari pelabuhan Pagimana menuju Gorontalo. Kapal dikabarkan sempat mengitari beberapa kali dilokasi kejadian saat mengetahui persitiwa itu. Termasuk Tim SAR yang juga tengah melakukan pencarian korban.

Dimana korban yang katanya mendampingi ayahnya berobat diwilayah Kabupaten Banggai. Saat kembali ke Gorontalo mereka menumpangi Kapal Tol Laut (Nusa Sabuk Nusantara).

Atas peristiwa ini pihak keluarga menaruh harapan besar korban bisa segera ditemukan.*

(zoel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *