Pemda Banggai

Rakor Dengan KPK RI, Bupati Ingatkan ASN Hindari Gratifikasi

Zulkifly Mangantjo
1626
×

Rakor Dengan KPK RI, Bupati Ingatkan ASN Hindari Gratifikasi

Sebarkan artikel ini
Rakor
Pemerintah Kabupaten Banggai bersama DPRD Banggai mengikuti rakor bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

“Kesenangan menerima gratifikasi hanya sesaat, sisanya hanya akan menyulitkan bapak ibu, apalagi ketika bolak-balik di panggil KPK,” imbuhnya. 

Jangankan hanya bertemu dengan camat atau kepala kepala OPD, bahkan ketika masyarakat ingin bertemu dengan pimpinan daerah, Bupati harap tidak di persulit dengan syarat-syarat seperti uang administrasi atau semacamnya dengan dalih memperlancar proses pelayanan publik. 

Setelah sosialisasi tersebut di buka secara resmi Bupati Amirudin, giliran salah seorang Penyuluh Anti Korupsi KPK RI menjelaskan perihal gratifikasi.

Baca Juga :  Kepala Kantor UPP Kelas III Bunta Imran Usman Pimpin Rakor Angkutan Lebaran Idul Fitri 2025

Ia menyebutkan bahwa gratifikasi adalah hadiah yang di terima oleh pegawai negeri, dimana hal itu berkaitan dengan jabatan dan berlawanan dengan tanggung jawabnya. Sedangkan pengertian dari pegawai negeri sendiri adalah orang yang menerima gaji secara keseluruhan atau sebagian dari kas negara atau kas daerah, baik ASN, penyelenggara negara, aparat penegak hukum, dan pegawai BUMN/BUMD. 

“Ketika telah menerima atau menolak gratifikasi, bapak ibu pegawai negeri wajib melaporkannya ke KPK selambat lambatnya 30 hari kerja,” tambahnya.*

Baca Juga :  Langkah Penanganan Stunting di Banggai Mendapat Apresiasi Wamenkes

(zl/*)

error: Content is protected !!