Sekretaris Dinas Kesehatan Banggai Nurmasita Datu Adam mengatakan, aksi bergizi di sekolah merupakan salah satu langkah untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Banggai.
“Hari ini kita buat komitmen dengan para siswi, supaya mereka rutin konsumsi TTD yang dibagikan oleh puskesmas di sekolah-sekolah, dan akan kita pantau,” ujar Nurmasita.
Selain mencegah anemia, secara umum, upaya tersebut adalah bagian dari langkah dini pencegahan stunting. Sementera itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P3A) Kabupaten Banggai dr. Anang S. Otoluwa menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Banggai, dirinya menilai, langkah-langkah penanganan stunting membutuhkan upaya yang melibatkan semua pihak, terkoordinasi dan terpadu.
“Seluruh proses (penurunan prevalensi stunting) ini, mulai dari remaja, calon pengantin, sampai ibu hamil, semua harus terjamin gizinya,” ujarnya.
Aksi bergizi di sekolah yang juga melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan Banggai ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara jajaran Pemkab Banggai dan para siswi.*
(zl/*)