Kertas rokok bermerek (payung) terdapat kertas dalamya berwarna putih dan kertas bagian luar (cover) warna coklat di letakan pada bagian atas dalam wadah penyimpanan kertas puyer (pertakem). Sementara kertas puyer di letakan pada bagian bawah. Oleh salah satu petugas apotik yang saat itu bertugas pada, Selasa (25/05/2023), karena hanya bertugas sendiri, petugas medis (muslim) masih cuti (Idul Fitri), sehinggah tidak memperhatikan lagi kertas rokok saat membungkus racikan obat sebelum di berikan pada salah satu pasien.
Nah berawal dari situlah, sehari kemudian, Rabu (26/05/2023) muncul pemberitaan soal kertas rokok di jadikan bungkusan racikan obat yang menggiring opini publik seakan akan pihak puskesmas kehabisan kertas puyer atau tidak ada sama sekali menyediakan kertas puyer lalu menggunakan kertas rokok sebagai bungkusan racikan obat. “Jelas kami yang di rugikan disini ini dan pembunuhan karakter (carakter assanation),” tandasnya.
Keganjilan lain setelah di perhatikan tempat penyimpanan kertas puyer terdapat banyak sekali kertas rokok yang sebagian besar sudah di sobek agar petugas apotik mengira bahwa itu kertas puyer (pertakem) karena hampir memiliki kesamaan karakter dengan kertas puyer sebenarnya. Untuk memuluskan skenarionya kertas rokok di letakan pada bagian atas menutupi kertas puyer (pertakem), “Kertas rokok itu ada sekitar 10 pak kami temukan, ada yang masih berbandrol, ini sebagai bukti yang akan kami sampaikan pada pimpinan,” terangnya.
Hal yang tidak mungkin dan mustahil kami sengaja membungkus racikan obat pakai kertas rokok, sementara stok kertas puyer kami tersedia banyak. “Banyak stok kertas puyer yang kami sediakan di apotik,” tambahnya.
Ia menduga oknum tersebut sengaja melakukan sabotase agar reputasinya sebagai Kepala Puskesmas Bunta buruk di mata masyarakat. Dan bisa di pastikan oknum ini tidak mendukung Visi Misi Bupati Banggai bertagline Cerdas, Santun dan Religius (CSR).
“Seandainya ketahuan siapa oknumnya, misalnya dia orang dalam layak untuk di tindak tegas sudah merusak citra pelayanan publik dan tidak pantas menjadi pelayan masyarakat,” tegasnya.
Bahkan menurutnya ini bukan kali pertama dengan konsep berbeda para oknum berupaya menjatuhkan kepemimpinanya, “Saya yakin cara cara kotor seperti ini bukan mendapat simpati sebaliknya justru menodai visi misi pemerintah daerah di mata publik ,” sebutnya.
Sebagai perpanjangan tangan Bupati Banggai dia mengaku tetap optimis melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka mensukseskan Visi Misi Bupati Banggai memberikan pelayanan kesehatan prima pada masyarakat. “Karena saya yakin pimpinan pasti tau dan bisa membedakan mana loyang dan mana emas,” tutupnya.*
(zl)